BEM FKM UJ 2012-2013

my litle family.

Public Health

Prevent, Promote, Protect.

PBL 2013

Pengalaman Belajar Lapangan Kelompok 2 di desa Mojosari, Kecamatan Puger, Jember.

Studi Banding 2013

Studi banding ke UGM bersama UKKI ASH SHIHAH.

UPGRADE Skill

Forum Membahas Izin Operasional Rumah Sakit, Dinas Kesehatan Jember.

Tuesday, 17 June 2014

Mengapa Ada Orang yang Tak Bisa Berhenti Merokok?


Banyak cara untuk berhenti merokok. Ada orang yang setelah diminta kekasihnya untuk meninggalkan kebiasaan buruknya langsung bisa berhenti. Ada yang setelah membaca artikel bahaya rokok lalu bertahap mengurangi rokoknya dan sukses. Tapi ada banyak orang yang tak bisa berhenti.

Para ilmuwan kini semakin memahami mengapa ada sebagian orang yang tidak bisa berhenti merokok. Hal itu ternyata tak bukan karena kurangnya niat, tapi berkaitan dengan aktivitas di otak.
Kesimpulan itu didapat setelah para peneliti mengamati aktivitas otak pada perokok yang dilarang merokok menggunakan pemindaian MRI.

Ada 44 perokok yang dipindai otaknya. Mereka berusia 18-45 tahun dan merokok rata-rata 10 batang setiap hari dalam 12 bulan terakhir. Para partisipan ini diminta untuk puasa rokok selama 12 jam sebelum pemindaian.

Para peneliti memindai otak mereka untuk melihat responnya pada tawaran uang jika mereka mau berhenti merokok.

Mereka menemukan bahwa yang memperlihatkan respon paling lemah pada bagian otak yang mengatur ganjaran adalah yang paling tidak mau berhenti merokok, bahkan jika ditawarkan hadiah uang. Rasa kenikmatan yang dihasilkan dari nikotin ternyata lebih kuat dibanding tawaran uang.

Nikotin memang bisa menjerat pemakainya. Kecanduan nikotin juga lebih sulit dihilangkan dibandingkan dengan heroin atau kokain. Begitu Anda menghirup rokok, dalam waktu 10 detik nikotin sudah memasuki otak. Di otak nikotin akan meningkatkan produksi neurotransmiter dopamin, yaitu zat yang mengatur gerakan, motivasi, emosi, serta kenikmatan.

Sayangnya, efek nikotin cepat menghilang secepat ia menyerang. Ini berarti Anda harus terus mengisap lebih banyak untuk mendapatkan rasa nikmatnya. Nikotin juga mudah menimbulkan rasa ketergantungan yang kuat

Sunday, 15 June 2014

"WAGs", Rahasia Belanda Hancurkan Spanyol


Pelatih tim nasional Belandai, Louis van Gaal, memberikan izin kepada istri, keluarga, dan pacar (media-media Eropa sering menyebutnya dengan WAGs) para pemain De Oranje untuk mengunjungi hotel tempat tim menginap sebanyak dua kali, sebelum dan setelah laga melawan Spanyol. Menurut Van Gaal, hal tersebut membantu faktor psikologis para pemainnya.

Untuk perhelatan besar seperti Piala Dunia, kebanyakan pelatih melarang para pemain bertemu istri, keluarga, dan pacar selama kejuaraan berlangsung. Bagi beberapa pelatih, hal tersebut bisa membuat fokus pemain terpecah.

Akan tetapi, Van Gaal menjadi pelatih pertama yang buka suara mengenai pentingnya peran istri, keluarga, dan pacar untuk para pemainnya.

"Prinsip saya adalah gambaran keseluruhan, seluruh orang, dan pemain. Otak dan jiwa ikut berperan. Dan, jiwa dipengaruhi oleh lingkungannya," jelas Van Gaal seperti yang dilansir Mirror.

"Jadi, pada Kamis dan pagi ini, saya memberi izin untuk para istri mengunjungi hotel. Jadi, para pemain bisa bahagia. Tetapi, bukan berarti ini adalah alasan untuk kemenangan kami," lanjutnya. "Saya mengatakan kepada para pemain akan memastikan akan ada waktu di mana istri dan keluarga akan mengunjungi mereka."

Entah berpengaruh atau tidak, yang jelas Belanda tampil ganas saat berhadapan dengan Spanyol di Salvador, Jumat (13/6/2014) waktu setempat. Secara mengejutkan, Belanda menang telak 5-1 atas sang juara bertahan.

"Kami memiliki para pemain yang dapat memastikan tidak terlena dalam euforia. Kami bermain dengan luar biasa dan kompak. Kami memiliki lini depan yang sempurna. Kami masih bisa lebih baik. Itu tidak diragukan lagi," kata Van Gaal.

"Anda melihatnya dalam 20 menit terakhir pertandingan saat kami memainkan bola penuh percaya diri. Lalu, Anda melihat bagaimana para pemain tampil baik. Hasil itu memberikan kami kepercayaan diri dan saya berharap kami bisa lebih baik lagi," tandasnya.

Darah Mengental Juga Dipicu Kebiasaan "Ngorok"

Kebiasaan mendengkur umumnya merupakan gejala dari kondisi yang lebih parah seperti obstructive sleep apnea (OSA). Diketahui sebelumnya, OSA dapat memicu penurunan fungsi organ yang berujung pada berbagai penyakit. Bahkan keadaan darah yang mudah mengental juga dapat dipicu oleh OSA.

Spesialis THT dari RS Premier Bintaro Ari Cahyono mengatakan, OSA memang dapat berdampak pada hematologi, salah satunya membuat darah lebih mudah mengental. Hal ini dikarenakan pasokan oksigen yang menurun saat napas berhenti di waktu tidur yang terjadi berulang kali.

"Ketika tidur mendengkur, tubuh mengalami hipoksia atau gejala kekurangan oksigen dalam tubuh. Keadaan tersebut juga membuat peningkatan karbondioksida dalam darah," ujarnya saat ditemui dalam diskusi bertajuk "Bahaya Mendengkur dan Penanganannya" pekan lalu di Jakarta.
 Peningkatan kadar karbondioksida, lanjutnya, akan membuat darah mengalami stres oksidatif. Inilah yang membuat darah lebih mudah mengental.

Ari menjelaskan, darah yang mudah mengental akan berisiko menyumbat pembuluh darah. Jika terjadi di pembuluh darah jantung, kondisi tersebut dapat menyebabkan serangan jantung. Sedangkan apabila terjadi di pembuluh darah lainnya, maka akan menyebabkan gagal organ.

"Hipoksia berulang juga secara khusus membuat jantung bekerja lebih berat sehingga lebih berisiko terjadi gangguan ritme detak jantung," paparnya.
Selain itu, keadaan karbondioksida yang tinggi dalam darah juga membuat pembuluh darah rentan rusak. Hal itu pun menjadi faktor risiko dari penyakit jantung.

Pakar kesehatan tidur dari Sleep Clinic RS Premier Bintaro, Lanny S. Tanudjaja mengatakan, semua organ membutuhkan oksigen untuk dapat bekerja dengan baik. Jika dalam waktu lama tidak mendapatkan oksigen yang memadai, kerja organ semakin berat. Dan jika terjadi secara berulang-ulang, fungsi organ pun mengalami penurunan.
"Semua organ bisa mendapatkan dampaknya, dari mulai jantung, otak, ginjal, liver, dan organ-organ lainnya," kata dia.

Thursday, 12 June 2014

Bukan Makanan Manis yang Sebabkan Diabetes


Meski penyakit diabetes atau awam menyebutnya "sakit kencing manis" telah diketahui sejak 1500 SM, hingga saat ini masih banyak orang yang tidak memahami penyakit tersebut. Salah satunya adalah anggapan bahwa diabetes disebabkan hobi mengasup makanan manis.

Diabetes melitus adalah penyakit yang ditandai oleh tingginya kadar gula dalam darah. Hal ini terjadi karena tubuh kekurangan hormon insulin, zat yang diproduksi oleh kelenjar pankreas dan diperlukan untuk mengubah makanan menjadi energi. 

Menurut dr Rochismandoko, Sp PD, gaya hidup kurang gerak merupakan faktor utama yang menyebabkan terjadinya penyakit ini. "Kurang olahraga, terlalu banyak duduk, dan pola makan yang salah merupakan penyebab penyakit ini," katanya dalam acara peluncuran aplikasi Dokter Diabetes di Jakarta, Rabu (11/6/2014).

Nafsu makan berlebih dan kurangnya aktivitas fisik pada akhirnya akan menyebabkan kegemukan yang merupakan salah satu pencetus diabetes. 

Meski makanan manis bukanlah penyebab diabetes, pengaturan makan merupakan pilar terpenting dalam pengendalian penyakit ini. Setiap penyandang diabetes harus mau belajar mengenali makanan yang menyebabkan gula darah tinggi dan berusaha menghindarinya. 

Pengaturan makan dimaksudkan agar kita tetap bisa mengonsumsi berbagai variasi makanan yang menyediakan zat gizi penting, tetapi kebutuhannya sesuai sehingga insulin dalam tubuh mencukupi. 

Mereka yang diabetes bisa makan makanan yang sama seperti orang lain, tetapi penting untuk mengawasi jumlahnya. Jika kadar gula darah sudah terlalu tinggi, maka bukan hanya makanan mengandung gula yang perlu dihindari, melainkan terkadang juga lemak dan garam.

Monday, 9 June 2014

Mengapa Masih Lelah walau Tidur Lebih Lama?


Kurang tidur memang bisa membuat kita kelelahan dan sulit berkonsentrasi pada siang hari. Namun, tidur lebih banyak dari biasanya juga akan menyebabkan hal serupa.

Jika Anda tidur lebih lama dari malam sebelumnya, kemungkinan untuk mengalami rasa letih keesokan harinya memang lebih besar. Ini karena tubuh sebenarnya lebih suka konsistensi. Tubuh membutuhkan kita tidur dan bangun pada waktu yang sama setiap harinya.

Jika biasanya Anda tidur selama delapan jam dan malam ini Anda melanjutkan tidur hingga sembilan jam, maka ritme tersebut akan rusak. Ritme tubuh yang terganggu bisa membuat sistem tubuh jadi berantakan sehingga kita merasa lebih gampang lelah.

Rata-rata siklus tidur adalah sekitar 90 menit, dan seseorang biasanya menghabiskan lima siklus sepanjang malam sehingga totalnya menjadi 7,5 jam. Tentu saja jumlah ini bervariasi pada setiap orang. Jadi, jika Anda menambah ekstra waktu, berarti Anda akan terbangun pada tahapan tidur 3 dan 4, yang mana itu merupakan waktu tidur dalam.

Bangun dalam tahapan tidur itu bukan hanya membuat kita sering pusing dan lemas, melainkan juga membuat kita merasa kehabisan energi sepanjang hari. Selain itu, durasi tidur ternyata tak selalu sebanding dengan kualitas. Pada banyak kasus, kita bisa tidur cukup lama dengan kualitas yang rendah, tetapi terbangun dengan perasaan lelah.

Untuk mengetahui jadwal tidur yang tepat untuk Anda, mulailah dengan mengetahui kapan Anda merasa perlu bangun tidur pada pagi hari dan hitung mundur 7,5 jam. Jumlah waktu tersebut yang diperlukan tubuh untuk mendapatkan lima siklus tidur. Saat bangun, kita pun akan merasa segar dan siap menghadapi hari.

 
Sumber :