BEM FKM UJ 2012-2013

my litle family.

Public Health

Prevent, Promote, Protect.

PBL 2013

Pengalaman Belajar Lapangan Kelompok 2 di desa Mojosari, Kecamatan Puger, Jember.

Studi Banding 2013

Studi banding ke UGM bersama UKKI ASH SHIHAH.

UPGRADE Skill

Forum Membahas Izin Operasional Rumah Sakit, Dinas Kesehatan Jember.

Showing posts with label health. Show all posts
Showing posts with label health. Show all posts

Sunday, 22 June 2014

Ketahui Apa yang Tersembunyi dalam Es Batu


Es batu mungkin sudah menjadi "teman" wajib minuman Anda, terlebih di cuaca panas seperti sekarang. Tetapi pastikan es batu yang dikonsumsi berasal dari sumber air yang bersih. Es batu ternyata bisa menyimpan bakteri.

Es batu sebenarnya baru mulai populer pada awal tahun 1800 ketika Frederic Tudor, kini disebut sebagai raja es, memulai perusahaan es batu.

Menurut Dr.Pritish Tosh, dokter ahli penyakit menular dan Martin Bucknavage, ahli keamanan pangan dari Department of Food Science di Pennsylvania State University, ada 3 hal yang kerap kali terdapat dalam es batu.

1. Bakteri
Amerika Serikat memiliki peraturan yang disebut Safe Drinking Water Act sejak tahun 1974 yang menjamin level bakteri patogen dalam air minum tetap terkontrol. Meski sebenarnya warga di negara tersebut tidak terlalu khawatir dengan standar air minumnya, tetapi tetap saja bakteri bisa ditemukan dalam es batu.

Salah satu sumber bakteri yang sudah diketahui adalah mesin pembeku es yang tidak bersih. Es batu yang berada di restoran juga lebih gampang terkontaminasi bakteri, misalnya saja dari sentuhan tangan yang tidak bersih setelah mengolah daging.

2. Kapang
Kapang bisa ditemukan di mana saja, mulai dari mesin es hingga kulkas rumahan. Udara yang dingin dari freezer memang bisa membuat kapang sulit berkembang, tetapi jika mesin pembuat es sering dimatikan dalam jangka waktu tertentu, kapang bisa berkembang.

"Jika freezer atau mesin es Anda dimatikan untuk beberapa waktu, maka sebelum digunakan sebaiknya dibersihkan dulu," saran Bucknavage.

3. Apa yang ada di tangan
Jika Anda menyentuh es batu tanpa mencuci tangan sebelumnya, maka apa yang ada di tangan Anda bisa berpindah ke es batu. Bukan hanya saat akan menyiapkan minuman, saat mengambil es batu dari kulkas pun Anda wajib memastikan tangan sudah dicuci.

Pada tahun 2007, Chicago Sun Times menemukan 20 persen dari 49 restoran dan bar hotel di Chicago memiliki es yang terkontaminasi jenis bakteri yang ada dalam feses.

Jenis bakteri yang bisa terdapat dalam es batu sebagian besar memang tidak berbahaya dan bisa dilawan oleh sistem imun tubuh. Tetapi tak sedikit orang, terutama anak-anak, yang menderita diare akibat tertular penyakit dari kuman dalam es batu.

Oleh karenanya, pastikan es batu yang dikonsumsi aman. Jika tidak yakin, pilihlah minuman dingin yang diambil dari kulkas sehingga Anda bisa mendapatkan minuman yang segar walau tidak menggunakan es batu.

Friday, 20 June 2014

Gambar Seram di Bungkus Rokok: Dicuekin Perokok, Penyelamat Calon Perokok


Jakarta, Mulai 24 Juni 2014, pemerintah menerapkan peringatan bahaya rokok dalam bentuk grafis di setiap kemasan rokok. Namun seberapa efektifkah peraturan ini untuk menghentikan kebiasaan merokok masyarakat di Indonesia?

"Memang ini sekadar versi gambar, tapi versi gambar ini lebih baik daripada peringatan tulisan. Lagipula dengan gambar ini kan lebih sederhana dan peringatan ini juga dapat menjangkau semua pihak dan kalangan," ujar Dr Imam B. Prasodjo, M.A, sosiolog Universitas Indonesia saat berbincang dengan detikHealth, seperti ditulis Jumat (20/6/2014).

Peraturan mengenai peringatan bahaya merokok pada kemasan rokok sebetulnya sudah dibuat sejak 2012. Namun pelaksanaannya masih sangat kurang. Pengamatan detikHealth, baru dua merek rokok yang menerapkan hal ini di Indonesia.

Dengan adanya gambar-gambar seram, diharapkan efektivitas peringatan bahaya merokok menjadi meningkat. Gambar peringatan bahaya merokok di depan bungkusnya juga merupakan bagian dari edukasi paling sederhana untuk semua kalangan di Indonesia, mengingat banyak sekali masyarakat Indonesia yang kurang peduli dengan peringatan yang telah tertulis di kemasan rokok.

Peringatan yang akan dicetuskan pada 24 Juni mendatang ini memang tidak akan serta-merta membuat seseorang berhenti merokok, melainkan perlahan-lahan menimbulkan keseganan saat orang membawa rokok. Sekaligus juga mengingatkan secara perlahan bahwa merokok dapat menyebabkan berbagai rentetan penyakit.

"Memberhentikan orang yang sudah adiktif terhadap rokok memang tidak mungkin, tapi mencegah orang-orang yang belum adiktif atau generasi mendatang untuk merokok masih sangat mungkin untuk dilakukan," jelas Imam.

"Tujuan utama yang paling pasti ialah memberikan pandangan untuk tidak menjadikan rokok, yang sebenarnya berbahaya sebagai gaya hidup yang dianggap keren," lanjut Imam.

Tuesday, 17 June 2014

Mengapa Ada Orang yang Tak Bisa Berhenti Merokok?


Banyak cara untuk berhenti merokok. Ada orang yang setelah diminta kekasihnya untuk meninggalkan kebiasaan buruknya langsung bisa berhenti. Ada yang setelah membaca artikel bahaya rokok lalu bertahap mengurangi rokoknya dan sukses. Tapi ada banyak orang yang tak bisa berhenti.

Para ilmuwan kini semakin memahami mengapa ada sebagian orang yang tidak bisa berhenti merokok. Hal itu ternyata tak bukan karena kurangnya niat, tapi berkaitan dengan aktivitas di otak.
Kesimpulan itu didapat setelah para peneliti mengamati aktivitas otak pada perokok yang dilarang merokok menggunakan pemindaian MRI.

Ada 44 perokok yang dipindai otaknya. Mereka berusia 18-45 tahun dan merokok rata-rata 10 batang setiap hari dalam 12 bulan terakhir. Para partisipan ini diminta untuk puasa rokok selama 12 jam sebelum pemindaian.

Para peneliti memindai otak mereka untuk melihat responnya pada tawaran uang jika mereka mau berhenti merokok.

Mereka menemukan bahwa yang memperlihatkan respon paling lemah pada bagian otak yang mengatur ganjaran adalah yang paling tidak mau berhenti merokok, bahkan jika ditawarkan hadiah uang. Rasa kenikmatan yang dihasilkan dari nikotin ternyata lebih kuat dibanding tawaran uang.

Nikotin memang bisa menjerat pemakainya. Kecanduan nikotin juga lebih sulit dihilangkan dibandingkan dengan heroin atau kokain. Begitu Anda menghirup rokok, dalam waktu 10 detik nikotin sudah memasuki otak. Di otak nikotin akan meningkatkan produksi neurotransmiter dopamin, yaitu zat yang mengatur gerakan, motivasi, emosi, serta kenikmatan.

Sayangnya, efek nikotin cepat menghilang secepat ia menyerang. Ini berarti Anda harus terus mengisap lebih banyak untuk mendapatkan rasa nikmatnya. Nikotin juga mudah menimbulkan rasa ketergantungan yang kuat

Sunday, 15 June 2014

Darah Mengental Juga Dipicu Kebiasaan "Ngorok"

Kebiasaan mendengkur umumnya merupakan gejala dari kondisi yang lebih parah seperti obstructive sleep apnea (OSA). Diketahui sebelumnya, OSA dapat memicu penurunan fungsi organ yang berujung pada berbagai penyakit. Bahkan keadaan darah yang mudah mengental juga dapat dipicu oleh OSA.

Spesialis THT dari RS Premier Bintaro Ari Cahyono mengatakan, OSA memang dapat berdampak pada hematologi, salah satunya membuat darah lebih mudah mengental. Hal ini dikarenakan pasokan oksigen yang menurun saat napas berhenti di waktu tidur yang terjadi berulang kali.

"Ketika tidur mendengkur, tubuh mengalami hipoksia atau gejala kekurangan oksigen dalam tubuh. Keadaan tersebut juga membuat peningkatan karbondioksida dalam darah," ujarnya saat ditemui dalam diskusi bertajuk "Bahaya Mendengkur dan Penanganannya" pekan lalu di Jakarta.
 Peningkatan kadar karbondioksida, lanjutnya, akan membuat darah mengalami stres oksidatif. Inilah yang membuat darah lebih mudah mengental.

Ari menjelaskan, darah yang mudah mengental akan berisiko menyumbat pembuluh darah. Jika terjadi di pembuluh darah jantung, kondisi tersebut dapat menyebabkan serangan jantung. Sedangkan apabila terjadi di pembuluh darah lainnya, maka akan menyebabkan gagal organ.

"Hipoksia berulang juga secara khusus membuat jantung bekerja lebih berat sehingga lebih berisiko terjadi gangguan ritme detak jantung," paparnya.
Selain itu, keadaan karbondioksida yang tinggi dalam darah juga membuat pembuluh darah rentan rusak. Hal itu pun menjadi faktor risiko dari penyakit jantung.

Pakar kesehatan tidur dari Sleep Clinic RS Premier Bintaro, Lanny S. Tanudjaja mengatakan, semua organ membutuhkan oksigen untuk dapat bekerja dengan baik. Jika dalam waktu lama tidak mendapatkan oksigen yang memadai, kerja organ semakin berat. Dan jika terjadi secara berulang-ulang, fungsi organ pun mengalami penurunan.
"Semua organ bisa mendapatkan dampaknya, dari mulai jantung, otak, ginjal, liver, dan organ-organ lainnya," kata dia.

Thursday, 12 June 2014

Bukan Makanan Manis yang Sebabkan Diabetes


Meski penyakit diabetes atau awam menyebutnya "sakit kencing manis" telah diketahui sejak 1500 SM, hingga saat ini masih banyak orang yang tidak memahami penyakit tersebut. Salah satunya adalah anggapan bahwa diabetes disebabkan hobi mengasup makanan manis.

Diabetes melitus adalah penyakit yang ditandai oleh tingginya kadar gula dalam darah. Hal ini terjadi karena tubuh kekurangan hormon insulin, zat yang diproduksi oleh kelenjar pankreas dan diperlukan untuk mengubah makanan menjadi energi. 

Menurut dr Rochismandoko, Sp PD, gaya hidup kurang gerak merupakan faktor utama yang menyebabkan terjadinya penyakit ini. "Kurang olahraga, terlalu banyak duduk, dan pola makan yang salah merupakan penyebab penyakit ini," katanya dalam acara peluncuran aplikasi Dokter Diabetes di Jakarta, Rabu (11/6/2014).

Nafsu makan berlebih dan kurangnya aktivitas fisik pada akhirnya akan menyebabkan kegemukan yang merupakan salah satu pencetus diabetes. 

Meski makanan manis bukanlah penyebab diabetes, pengaturan makan merupakan pilar terpenting dalam pengendalian penyakit ini. Setiap penyandang diabetes harus mau belajar mengenali makanan yang menyebabkan gula darah tinggi dan berusaha menghindarinya. 

Pengaturan makan dimaksudkan agar kita tetap bisa mengonsumsi berbagai variasi makanan yang menyediakan zat gizi penting, tetapi kebutuhannya sesuai sehingga insulin dalam tubuh mencukupi. 

Mereka yang diabetes bisa makan makanan yang sama seperti orang lain, tetapi penting untuk mengawasi jumlahnya. Jika kadar gula darah sudah terlalu tinggi, maka bukan hanya makanan mengandung gula yang perlu dihindari, melainkan terkadang juga lemak dan garam.

Monday, 9 June 2014

Mengapa Masih Lelah walau Tidur Lebih Lama?


Kurang tidur memang bisa membuat kita kelelahan dan sulit berkonsentrasi pada siang hari. Namun, tidur lebih banyak dari biasanya juga akan menyebabkan hal serupa.

Jika Anda tidur lebih lama dari malam sebelumnya, kemungkinan untuk mengalami rasa letih keesokan harinya memang lebih besar. Ini karena tubuh sebenarnya lebih suka konsistensi. Tubuh membutuhkan kita tidur dan bangun pada waktu yang sama setiap harinya.

Jika biasanya Anda tidur selama delapan jam dan malam ini Anda melanjutkan tidur hingga sembilan jam, maka ritme tersebut akan rusak. Ritme tubuh yang terganggu bisa membuat sistem tubuh jadi berantakan sehingga kita merasa lebih gampang lelah.

Rata-rata siklus tidur adalah sekitar 90 menit, dan seseorang biasanya menghabiskan lima siklus sepanjang malam sehingga totalnya menjadi 7,5 jam. Tentu saja jumlah ini bervariasi pada setiap orang. Jadi, jika Anda menambah ekstra waktu, berarti Anda akan terbangun pada tahapan tidur 3 dan 4, yang mana itu merupakan waktu tidur dalam.

Bangun dalam tahapan tidur itu bukan hanya membuat kita sering pusing dan lemas, melainkan juga membuat kita merasa kehabisan energi sepanjang hari. Selain itu, durasi tidur ternyata tak selalu sebanding dengan kualitas. Pada banyak kasus, kita bisa tidur cukup lama dengan kualitas yang rendah, tetapi terbangun dengan perasaan lelah.

Untuk mengetahui jadwal tidur yang tepat untuk Anda, mulailah dengan mengetahui kapan Anda merasa perlu bangun tidur pada pagi hari dan hitung mundur 7,5 jam. Jumlah waktu tersebut yang diperlukan tubuh untuk mendapatkan lima siklus tidur. Saat bangun, kita pun akan merasa segar dan siap menghadapi hari.

 
Sumber :

Saturday, 7 June 2014

Awas Maut... Ini Serangan Jantung, Bukan Masuk Angin!

Banyak orang mengenal serangan jantung seperti yang digambarkan dalam film atau sinetron, yakni mata mendelik, dada sesak, dan tangan memegangi dada ketika pingsan. Padahal, adakalanya rasa sakit tidak mengikuti pola tertentu, bahkan tanpa diikuti rasa nyeri dada.

Simak kisah serangan jantung seperti yang dialami M Latief (38). Jurnalis yang memiliki hobi naik gunung ini mengalami serangan jantung ringan dengan gejala mirip masuk angin. Inilah pengalamannya.

Serasa baru selesai joging jarak jauh, keringat seketika mengucur deras dari kening, leher, dan sebagian badan saya. Anehnya, itu keringat dingin, bukan hangat. Dingin sekali.

Sedetik keringat menderas, tiba-tiba dada juga terasa sesak, diikuti tengkuk hingga bahu yang menegang. Fun City, tempat permainan anak Margo City, Depok, tempat saya berdiri itu, seperti pelan-pelan menyempit, mengimpit.

Pikiran saya mulai kalut. Maklum, baru kali ini mendadak kondisi badan drop secepat itu dengan tanda-tanda yang aneh, tak biasanya.

Ketika itu, rasa sesak di dada semakin menjadi. Awalnya memang sesak biasa, tetapi perlahan-lahan makin terasa nyeri, seperti diremas-remas dengan keras, bahkan lebih dari itu, seperti diinjak-injak. Napas makin sulit.

"Aneh, kok begini," batin saya.

Maklum, perubahan kondisi tubuh mendadak seperti ini baru saya alami. Rasanya seperti masuk angin, tetapi anehnya bukan seperti masuk angin biasa. Lebih dari masuk angin.

Pelan-pelan saya coba bernapas. Keringat makin deras. Kaki juga mulai lemas.

Ada sekitar hampir tiga menit perubahan aneh itu berlangsung pada diri saya. Saya lalu panggil kedua anak saya.

"Abang, adik, ayo udahan dulu mainnya. Dada ayah sesak, ayah mau ke dokter sekarang. Nanti kalau ketemu ibu, kamu bilang ke ibu ya, Bang, dada ayah sesak dan keluar keringat dingin," kata saya kepada kedua putra saya, Azka (9) dan Azzam (5).

Sebelum kejadian itu, istri saya memang izin pergi sejenak ke toilet. Hanya saya yang menemani kedua anak saya di tempat hiburan di lantai dasar pusat belanja tersebut. Namun, tak sampai lima menit istri saya pergi, kejadian itu berlangsung.

Saya dan kedua anak saya pun bergegas ke lantai satu, menyusul istri saya. Prinsip saya, jalan pelan-pelan dan usahakan tetap sadar atau tidak pingsan. Otak saya hanya memerintah untuk selekasnya ke rumah sakit.

Hanya dituntun dua bocah berumur belum genap 10 tahun, saya cuma bisa pasrah. Sambil menahan sesak, saya berjalan pelan-pelan dituntun kedua anak saya. Azka di kiri, Azzam memegang tangan kanan.

Saya tak menghiraukan ramainya pusat belanja ini. Meskipun kepala tidak terasa pusing, kaki saya lemas sehingga saya harus pelan-pelan mengikuti langkah kedua anak saya. Bahkan, dengan berusaha tetap tenang, kami bisa melewati eskalator menuju lantai satu.

"Lho, kamu kenapa? Kok dingin banget? Kamu masuk angin nih kayaknya," kata istri saya, setelah kami bertemu dengannya.

Azka, anak saya yang nomor satu memotong. "Dada ayah sesak, keringatnya dingin Bu, ayah minta ke dokter," ujar Azka.

Saya masih sadar, tetapi saya memang sudah tak mau bicara apa-apa. Dada saya makin sesak. Karena itu, saya biarkan anak saya yang bicara untuk menghemat energi supaya tidak pingsan.

"Kamu masuk angin nih. Ya sudah, kita pulang sekarang saja ya," kata istri saya.

"Enggak, ini aneh. Rumah sakit... ke rumah sakit sekarang," kata saya.

"Kok ke rumah sakit. Pulang aja ya. Kamu tunggu dan duduk di sini, aku beli minyak angin dulu," jawab istri saya.

Nyaris, marah saya meledak. Tetapi saya sadar, marah hanya akan menguras energi. Jadi, saya acuhkan ucapan istri saya.

Saya juga tak mau duduk, tetapi tetap berdiri sembari berpegangan pada dinding mal. Pikir saya, duduk hanya akan bikin sesak di dada semakin parah.

Setengah berlari, istri saya kembali menghampiri. Dia baru selesai dari apotek.

"Kamu masuk angin nih, sini aku olesin dada kamu. Punggungnya juga sini," kata istri saya.

Saya diamkan istri saya berbuat demikian. Tetapi, hati saya makin kuat bahwa ini bukan masuk angin. Entah,feeling saya bilang lain.

"Sekarang ke rumah sakit. Cari taksi sekarang. Ini jantung, jantung," bentak saya.

Tanpa banyak cakap, kami berempat bergegas ke luar pusat belanja. Dari tempat kami berdiri, gerbang mal ini masih sekitar 200 meter.

Rasanya, sudah lebih dari lima menit perubahan aneh pada kondisi badan saya ini berlangsung. Saya sadari itu. Maka, pelan-pelan kami berjalan melewati kerumunan. Saya dituntun kedua anak saya di kiri dan kanan. Istri saya berjalan di belakang untuk menahan punggung saya.

"Itu taksi," kata istri saya, beberapa meter di pintu gerbang.

"Pak, ke rumah sakit ya, yang paling dekat," ujar istri saya.

Taksi langsung meluncur. Namun, baru sesaat masuk ke jalan raya, panik mulai melanda. Bukan apa-apa, dada saya makin sesak. Dashboard taksi ini seperti mengimpit. Badan saya juga makin lama semakin lemas.

"Tuhan... saya ingin sampai lebih dulu ke rumah sakit, jangan dulu biarkan saya mati," batin saya terus berkata demikian di antara istigfar saya di mulut.

Doa saya terkabul. Saya sadari itu meskipun mata saya terpejam menahan sakit di dada. Pasalnya, Jalan Margonda Raya yang biasanya macet pada hari libur, siang itu nyaris lengang. Hari itu, Kamis, 29 Mei 2014, adalah hari libur Kenaikan Isa Almasih.

Tak sampai 10 menit, saking ngebutnya, taksi sudah berbelok ke Rumah Sakit Mitra Keluarga, tak jauh dari Terminal Depok.

Tiba di UGD, semangat saya kembali muncul. Saya keluar dari taksi sendiri tanpa dibantu sopir taksi. Saya berjalan pelan-pelan, dan tetap diapit kedua anak saya serta istri saya yang menahan bahu saya dari belakang.

"Dada sesak, keringat dingin," ujar istri saya ke petugas UGD yang datang membuka pintu sembari menyorongkan tempat tidur.

Saya ingat betul, saat itu saya langsung diminta duduk di tepi tempat tidur dan diminta diam sebentar.

"Angkat lidahnya, Pak, telan ini dan habiskan," ujar seorang petugas sembari memasukkan obat berbentuk bubuk ke balik lidah saya.

Sekonyong-konyong, selesai melumat obat tersebut, nyeri di dada saya perlahan menghilang. Petugas pun meminta saya berbaring, dan kemudian memasangkan selang oksigen ke hidung saya. Tangan kiri saya pun lantas diberi cairan infus.

Memang, meskipun rasa sesak di dada belum hilang, nyerinya sedikit berkurang. Untuk itulah, saya diminta lagi untuk menghabiskan obat yang juga sudah disiapkan oleh seorang suster.

Ada tujuh butir obat disorongkan suster itu kepada saya. Sambil membawa segelas air, dia meminta saya selekasnya minum obat tersebut.

"Habiskan, Pak," ujarnya.

Hanya lima menit seusai menenggak habis ketujuh obat itu, nyeri di dada saya hilang seketika. Tak ada lagi sesak, apalagi nyeri. Suhu tubuh saya pun mulai berubah menjadi hangat.

Seorang dokter muda, dokter jaga di UGD, tampak menghampiri saya. Ia bilang, tujuh obat itu adalah obat jantung.

"Bapak kena serangan jantung ringan. Terlambat lima menit saja, mungkin Bapak sudah enggak ada lagi. Baiklah, Bapak kami rawat di sini ya," ujar dokter muda tersebut.

Saya cuma mengangguk lemah. Dari balik pintu UGD, saya lihat Azka dan Azzam, melambai-lambaikan tangan ke arah saya sembari tersenyum. Kedua "pahlawan" saya itu tidak diizinkan masuk ke dalam ruangan, termasuk istri saya yang repot ke sana kemari mengurus perawatan selanjutnya.

Pembengkakan jantung

Hari ini, Kamis (5/6/2014), tepat seminggu lalu serangan jantung ringan itu terjadi, kondisi saya sudah berangsur pulih dan semakin baik setelah dirawat selama enam hari di RS Mitra Keluarga. Vonis dokter, saya harus mengurai kembali pola hidup sehat agar kejadian itu tak lagi terulang.

Saya tak punya riwayat jantung. Saya pun suka berolahraga, terutama joging, meskipun hanya dua kali seminggu. Bahkan, pada umur 38 tahun ini saya masih menyalurkan hobi saya mendaki gunung.

Ya, dua pekan sebelum kejadian ini, saya juga baru pulang mendaki Gunung Gede, Jawa Barat, bersama teman-teman. Saya rutin mendaki gunung setahun satu atau dua kali.

"Bapak memang kelihatan sehat dan banyak orang terkena serangan jantung juga dalam kondisi sehat. Tapi, kemarin itu, saat serangan datang, jantung bapak lemah untuk memompa oksigen. Sekarang, kondisi Bapak sudah membaik, meskipun masih ada pembengkakan. Bapak harus mengubah pola makan dan stop merokok," kata Dr Bona Dwiramajaya H, SpJP, FIHA, yang merawat saya.

Beruntung, penanganan ketika terjadi serangan itu bisa dilakukan secara cepat dan tepat, terutama berkat bantuan istri dan kedua anak saya. Biasanya, dengan gejala umum seperti keringat dingin yang berlebihan, dada sesak dan nyeri, serta tengkuk dan bahu tegang bukan main, waktu-waktu krisis (golden time) kala serangan itu datang, orang masih belumngeh bahwa itu serangan jantung ringan. Lazimnya, orang berpikir itu adalah masuk angin.

Memang, tak bisa dimungkiri, gejalanya seperti masuk angin, yang dalam bahasa Betawi, sudah kedalon atau akut. Orang sering kali menganggapnya demikian. Bedanya, datangnya sangat tiba-tiba dan berbarengan, mulai dari keringat dingin berlebihan, dada sesak dan lebih nyeri, terasa tegang atau pegal mulai sekitar tengkuk hingga bahu.

Di situlah feeling yang kuat perlu Anda gunakan jika sewaktu-waktu gejala itu menimpa Anda. Pasalnya, Anda sendiri yang merasakannya, bukan orang-orang di sekitar Anda. Maka, camkan bahwa itu bukan masuk angin biasa....

Wednesday, 4 June 2014

Cegah Penularan MERS Saat Ibadah Umrah



Kita harus mencermati perkembangan penyakit Middle East Respiratory Syndrome (MERS) di Arab Saudi saat ini dan mencermati kasus-kasus yang telah tersebar ke beberapa negara. Termasuk beberapa kasus di Indonesia yang diduga MERS.



Terakhir ada satu kasus dari kota Medan yang baru saja pulang umrah yang diduga MERS dengan gejala MERS meninggal kemarin 4 Mei 2014 dan hanya sempat dirawat beberapa jam di RSU Adam Malik. Sampai sejauh ini belum ada obat dan vaksin untuk penyakit MERS ini.


Di Arab saudi sendiri kasus ini yang awalnya terjadi ratusan kilometer dari Riyadh ternyata sudah tersebar ke kota dimana jemaah umrah berada seperti Mekah, Madinah dan Jedah. Bahkan 1 jemaah umrah Mesir meninggal dunia beberapa saat lalu.


Memang saat ini pemerintah Arab Saudi dan pemerintah Indonesia belum memberlakukan travel warning utk para jemaah umrah, walau terdapat pembatasan pemberian visa oleh pemerintah Arab Saudi. Pemerintah Indonesia melalui pernyataan 3 menteri hari ini 5 Mei 2014 yaitu Menteri Agama, Menko Kesra dan Menkes menyampaikan bahwa pemerintah tetap memberangkatkan jemaah umrah dan haji tahun ini.

Melihat perkembangan saat ini, dimana sudah ada jemaah umrah yang terkena infeksi MERS, cepat atau lambat akan ada jemaah Indonesia yang positif tertular mengingat jamaah umrah Indonesia merupakan jemaah terbesar di tanah suci.


Sebagaimana kita ketahui infeksi MERS disebabkan oleh virus korona yang menyerang saluran pernafasan bawah (paru). Pasien yang mengalami infeksi ini akan mengalami demam tinggi, batuk dan sesak nafas. Pada paru terjadi radang paru akut (Pneumonia) dan mudah terjadi komplikasi pada ginjal sampai gagal ginjal. Angka kematian cukup tinggi, sampai saat ini hampir 25 % kasus meninggal.

Mengingat kasus yang ditemukan sudah terjadi pada jemaah umrah ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh para calon jemaah umrah dan petugas kesehatan yang kebetulan menangani infeksi yang terjadi pada pasien yang baru pulang umroh.


Untuk para jemaah umrah:
1. Bagi orang usia lanjut diatas 60 tahun dengan penyakit kronis dianjurkan tidak berangkat.
2. Bagi jemaah dengan penyakit paru obstruksi kronis (PPOK) juga dianjurkan untuk tidak berangkat.
3. Sebaiknya jemaah yang akan berangkat dalam keadaan sehat dan tidak sedang mengalami infeksi.
4. Selama berada di Arab Saudi terutama jika sedang berada kerumunan sebaiknya selalu menggunakan masker terutama masker N95. Masker ini untuk orang sehat dan bertujuan untuk mencegah terhirup virus dan partikel halus.
5. Selalu mencuci tangan pakai sabun baik sebelum dan sesudah makan dan selalu kontak dengan sesuatu yang juga disentuh oleh orang lain.
5. Tetap makan dan minum cukup.
6.Konsumsi buah dan sayuran.
7. Usahakan tetap tidur cukup minimal 6 jam dalam 24 jam selama berada di tanah suci.
8. Menghindari makanan dan minuman yang manis, gorengan dan minuman yang dingin.
9. Jika demam dan batuk saat di Arab Saudi atau setelah pulang umrah segera datang berobat ke RS.


Secara khusus bagi petugas kesehatan di Indonesia untuk mencurigai MERS pada masyarakat yang mengalami demam, batuk dan sesak sepulang dari umrah atau baru datang dari Arab Saudi misal sebagai tenaga kerja.


Waspada selalu dan tetap beribadah umrah dengan nyaman.

Salam sehat,

Dr.Ari F Syam
Mantan petugas kesehatan Haji Reguler dan ONH Plus.



Tuesday, 3 June 2014

Indonesia Masuk 10 Besar Orang Gemuk Terbanyak

Lebih dari 40 juta orang dewasa di Indonesia kegemukan. Hal itu setara jumlah penduduk Jawa Barat, provinsi dengan jumlah penduduk terbesar, tetapi semuanya berisiko menderita berbagai penyakit degeneratif, mulai dari diabetes, serangan jantung, stroke, hingga kanker.

Seiring meningkatnya kesejahteraan rakyat dan bertambahnya jumlah penduduk usia produktif sebagai buah dari bonus demografi, jumlah orang dewasa gemuk dipastikan terus naik. Mereka terdiri dari orang yang baru kelebihan berat badan dibandingkan berat badan standar sesuai tinggi tubuh dan yang sudah masuk kategori obesitas.

”Modernisasi membuat asupan kalori masyarakat tak seimbang,” kata Direktur Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan Ekowati Rahajeng, Minggu (1/6), di Jakarta. Padahal, obesitas meningkatkan risiko penyakit diabetes, jantung, stroke, dan kanker.

Masyarakat Indonesia terbiasa mengonsumsi karbohidrat berlebih. Nasi tetap menjadi makanan utama, sedangkan mi, ubi, dan roti sebagai makanan selingan. Meski Indonesia bangsa agraris, konsumsi sayur dan buah amat rendah. Kondisi itu bersamaan dengan meningkatnya konsumsi makanan olahan dan siap saji tinggi lemak, garam, dan gula.
Masalah global

Kegemukan bukan hanya masalah Indonesia. Riset Institut Pengukuran dan Evaluasi Kesehatan (IHME) Amerika Serikat dalam jurnal The Lancet, Kamis (29/5), menyebutkan, jumlah orang gemuk di dunia naik dari 875 juta orang pada 1980 menjadi 2,1 miliar orang pada 2013.

Itu berarti hampir sepertiga penduduk bumi kegemukan. Di negara berkembang, jumlah perempuan gemuk lebih banyak dibandingkan laki-laki. ”Perempuan di negara berkembang dituntut mampu mengerjakan banyak hal, bekerja sambil mengurus keluarga. Itu membuat mereka tak punya banyak waktu mengelola berat badan,” kata pakar kesehatan global IHME, Prof Ali Mokdad, kepada BBC, Kamis lalu.

Di negara maju, justru lebih banyak laki-laki yang obesitas. Kurang aktivitas fisik menjadi pemicu. Permukiman yang melebar ke luar kota membuat waktu tempuh dari rumah ke tempat kerja lebih lama. Waktu luang digunakan untuk hobi yang tak butuh banyak aktivitas fisik. ”Modernisasi dan teknologi membuat aktivitas fisik turun,” kata Hermann Toplak, presiden terpilih Asosiasi Eropa untuk Studi Obesitas (EASO).

Dalam riset IHME, merujuk Riset Kesehatan Dasar 2007 dan 2010, Indonesia masuk 10 besar negara dengan orang gemuk terbanyak. Menurut Riskesdas 2013, prevalensi orang gemuk lebih besar. (MZW)

Sebentar Lagi, Bungkus Rokok Akan Diberi "Gambar Seram"

 


Mulai tanggal 24 Juni 2014, Peringatan Kesehatan Bergambar (PHW) akan ada di bungkus rokok. Sebelumnya PHW sudah diatur dalam Peraturan Pemerintah No 109 Tahun 2012 tentang Pengemasan Bahan yang Mengandung Zat Adiktif berupa Produk Tembakau.
"Itu (PHW) di bungkus rokok nanti (akan dipasang) di tanggal 24 Juni, bulan depan," ujar Direktur Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan RI Ekowati Rahajeng di sela-sela acara The 1st Indonesia Conference on Tobacco or Health 2014 pada Sabtu (31/5/2014) di Jakarta.

PHW yang akan ditampilkan antara lain gambar paru-paru yang rusak akibat rokok, gambar asap rokok berbentuk tengkorak, gambar kanker mulut dan tenggorokan, dan lain sebagainya. Peringatan dalam bentuk gambar ini dinilai lebih efektif untuk membuat orang enggan merokok ketimbang peringatan tertulis.
Setelah tanggal 24 Juni 2014, rokok yang beredar tanpa PHW di kemasannya bisa dinyatakan sebagai produk lama atau bahkan barang ilegal. Terkait hal ini, Ekowati juga mengimbau supaya masyarakat juga bisa menjadi pengawas terhadap aturan merokok.
Menurut dia, meskipun Indonesia merupakan negara hukum, dibutuhkan kontrol dari masyarakat sendiri untuk menegakkan hukum yang berlaku. Khusus untuk aturan merokok di Indonesia, maka masyarakatlah yang berperan dalam mengontrolnya.
Kontrol terhadap aturan merokok, lanjut dia, perlu melalui pembinaan. Salah satu cara dalam melakukan pembinaan yaitu dengan memberlakukan peringatan yang lebih jelas terhadap bahaya rokok itu sendiri.
"Masyarakat membutuhkan banyak pembinaan karena sebenarnya mereka berperan sebagai pengawas," tuturnya.
Ia mencontohkan, hingga saat ini masih banyak ditemukan anak-anak yang tidak mengerti bahaya rokok, tetapi terpapar dengan mainan yang menyerupai rokok. Dengan demikian, bagi mereka, citra rokok menjadi baik dan menyenangkan.
Jika di kemasan rokok sudah terdapat PHW maka diharapkan mereka jauh lebih sadar bahwa rokok merupakan benda yang berbahaya. "Kita harus berusaha membuat citra rokok buruk supaya orang malu untuk merokok," tutup Ekowati.
Prevalensi perokok pada anak usia antara 5-9 tahun dalam beberapa tahun terakhir ini mengalami kenaikan sebesar 400 persen. Begitu pula pada anak usia 10-14 tahun, yaitu sebesar 40 persen dan hampir 80 persen perokok mulai merokok sebelum mencapai usia 19 tahun.

Editor :
Lusia Kus Anna

Monday, 2 June 2014

Kini Wanita Tak Malu Lagi Merokok

KOMPAS.com -- Jika dulu citra rokok erat dengan kaum adam, tetapi kini semakin banyak pula wanita yang juga menjadi perokok aktif. Terbukti dari peningkatan prevalensi merokok antara 2007 dan 2013 di kalangan wanita dari 5,2 persen menjadi 6,9 persen.
Meskipun perokok pria masih jauh lebih banyak daripada wanita, tetapi peningkatan jumlah perokok wanita juga perlu mendapatkan perhatian. Pasalnya, peningkatan jumlah perokok wanita juga berkontribusi dalam total jumlah perokok secara keseluruhan.
Direktur Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan RI Ekowati Rahajeng mengatakan, dulu wanita masih malu-malu untuk merokok. Namun, saat ini semakin mudah ditemui wanita yang merokok.
"Ini mungkin disebabkan oleh modernisasi, terkait norma merokok tidak baik itu belum ada sehingga mereka tidak malu untuk merokok," kata dia di sela-sela The 1st Indonesian Conference on Tobacco or Health (ICTOH) yang pertama pada Sabtu (31/5/2014) di Jakarta.
Menurut dia, rokok harus dicitrakan sebagai barang yang buruk sehingga orang pun malu untuk merokok. Ia mengatakan, orang harus semakin menyadari bahwa merokok merupakan barang yang bisa mengakibatkan penyakit.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Komisi Nasional Pengendalian Tembakau Priyo Sidipratomo menegaskan, di zaman post modern, citra rokok sebenarnya sudah buruk. Terbukti, di negara-negera maju, rokok sudah mulai ditinggalkan.
"Itulah kenapa kita harus bekerja keras untuk membuat citra demikian di Indonesia," kata Priyo.
Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) menunjukkan, prevalensi perokok di Indonesia meningkat dari 34,2 persen pada tahun 2007 menjadi 36,3 persen pada tahun 2013.

Sunday, 18 May 2014

Cara mengobati kaki terkilir

Sekalian posting nih mumpung masih hangat memarnya hahaa...masih sambungan dari posting tadi malam nih sob.. “Peringatan Kecil dari-Nya”. Tahu kan.. bagaimana akhir gambar ilustrasi Peringatan Kecil itu,..Kecelakaan ?? iyap...tapi bisa dibilang kecelakaan kecil, karena Alhamdulillah yah sesuatu..ternyata nggak ada lecet sedikitpun tangan, kaki bahkan si “jupe”pun masih tetep mulus apa lagi paginya sempat dipoles biar tambah ganteng :P sekali lagi Alhamdulillah ya Rabb...tapi eh tapi ada yang aneh dengan kaki saya...

Setelah beberapa meter dari tempat kejadian, saya sempat berhenti dan memeriksa keadaan kaki, sekali lagi Alhamdulillah walaupun sepatu bolong karena nancep di suatu baut swing arm motor supri X. Kaki, khususnya bagian jari-jari tidak berdarah *berarti judulnya tadi kecelakaan antara kaki+sepatu+motor :”( Beberapa jam dari kejadian kok si kaki tambah chubby plus rasa nyeri saat sholat,..sepertinya ada otot yang nggak beres nih..dugaan pertama adalah kaki saya terkilir/keseleo lagi-lagi Alhamdulillahirobbil'alamin hanya terkilir saja coba kalau sampai kuku terkelupas? :) bisa-bisa jadwal renang tertunda betul..betul..betul..saatnya persiapkan cara pengobatan otot terkilir nih..tapi kita bahas tentang terkilir dulu yaa bro...

Definisi Terkilir

Terkilir/Keseleo dalam bahasa kedokteran dikenal dengan nama Cedera Muskuloskeletal atau sprain atau lebih spesifik lagi “Trauma” bagi kalangan medis, trauma bukan hanya ada di pikiran seperti masyarakat awam mengenal istilah trauma, tapi juga dapat diakibatkan oleh benturan, zat kimia, api, dll. Seperti halnya memar yang merupakan bentuk trauma akibat benda tumpul, luka sayat yang merupakan trauma benda tajam. Biasanya, sprain terjadi pada keadaan saat orang terjatuh dengan bertumpu pada tangan, mendarat dengan bagian luar dari kaki, atau mendatar keras di tanah sehingga menyebabkan lutut terpelintir.

Mekanisme Terkilir

Terkilir pada pergelangan kaki biasanya disebabkan oleh gerakan ke sisi luar/samping (lateral) atau ke sisi dalam/tengah (medial) dari pergelangan kaki yang terjadi secara mendadak. Terkilir secara inversi yaitu kaki berbelok dan atau membengkok ke dalam dan terbalik. Tipe ini merupakan cedera yang paling umum terjadi pada pergelangan kaki. Hal ini disebabkan oleh banyaknya tulang penstabil pada sisi sebelah samping yang mengakibatkan tekanan pada kaki menjadi terbalik. Jika kekuatan tersebut cukup besar, pembengkokan dari pergelangan kaki terjadi sampai medial malleolus kehilangan stabilitasnya dan menciptakan titik tumpu untuk lebih membalikkan pergelangan kaki. Ketika serabut otot ligamentum untuk eversi tidak cukup kuat untuk menahan atau melawan kekuatan inversi, maka serabut ligamentum sisi sebelah samping menjadi tertekan atau robek, terjadilah terkilir. Sprain dapat disebabkan oleh jatuh, terpelintir, atau tekanan pada tubuh yang menyebabkan tulang pada sendi bergeser sehingga menyebabkan ligamen teregang atau bahkan robek.

Gejala Terkilir

Gejala yang dapat dirasakan jika seseorang mengalami sprain adalah nyeri, bengkak, memar, tidak stabil, dan hilangnya kemampuan untuk menggerakkan sendi. Meskipun begitu, gejala dan tanda ini dapat sangat bervariasi dalam hal beratnya, tergantung seberapa parahnya sprain/terkilir yang terjadi. Terkadang orang yang mengalami sprain merasa ada yang robek saat cedera terjadi.

Terapi dan Pengobatan Terkilir

Prinsip utama penatalaksanaan sprain adalah mengurangi pembengkakan dan nyeri yang terjadi. Terapi pemijatan pada daerah yang terkilir adalah salah besar bro,..justru akan memperparah peradangan yang terjadi karena pemijatan melibatkan tekanan pada otot/sendi yang robek. Langkah yang paling tepat sebagai penatalaksanaan tahap awal (24-48 jam) adalah prinsip RICE (rest, ice, compression, elevation), yaitu :

Rest (istirahat)

Kurangi aktifitas sehari-hari jangan menaruh beban pada tempat yang cedera selama 48 jam. Gunakan alat bantu seperti crutch (penopang/penyangga tubuh yang terbuat dari kayu atau besi) untuk mengurangi beban tumpuan pada tempat yang cedera. Cara ini yang saya abaikan hehee...kejadian jam 12an lalu jam 18.30 tetep ngeGym seperti biasa, karena jadwal latihan adalah bagian atas tubuh jadi, walaupun dengan rasa nyeri pada bagian terkilir ngeGym tetep jalan doong..

Ice (es) kompres dingin

Kompres dingin dengan cara letakkan es yang sudah dihancurkan kedalam kantung plastik dan dibungkus handuk tipis Kemudian letakkan pada tempat yang cedera selama maksimal 2 menit guna menghindari cedera karena dingin. biarkan temperatur kulit kembali normal sebelum kembali memberikan kompres es. Tetapi jangan memberikan kompres es lebih dari 20 menit karena dapat mengganggu sirkulasi darah di sekitar bagian memar dan menyebabkan kerusakan jaringan. Fungsi kompres dingin ini adalah mengurangi memar.

Compression (penekanan)

Daerah yang sakit dibalut dengan balutan kompresi elastis untuk meminimalkan peradangan, menyangga daerah tersebut, dan memberikan rasa nyaman. Balutan kencang,mantap tetapi tidak sampai membuat aliran darah di sekitarnya terganggu. Lama proses compersion ini tergantung dari tingkatan terkilirnya jika rignan saja bisa 1-2 hari atau bahkan bisa 2 minggu jika tergolong terkilir berat.

Elevation (peninggian)

Pertahankan agar daerah yang cedera berada lebih tinggi daripada jantung. Tujuan daripada tindakan ini adalah agar pembengkakan yang terjadi dapat dikurangi. Misalnya jika yang cedera pergelangan kaki, upayakan posisi tidurnya pergelangan kaki diganjal bantal atau ditopang dengan alat supaya posisinya lebih tinggi dari jantung.

Pengobatan

Sediaan obat yang mengandung analgesik dan antiinflamasi topikal dapat digunakan untuk mengurangi rasa nyeri yang terjadi pada anggota tubuh yang terkilir. Analgesik berfungsi sebagai penghilang rasa sakit atau nyeri, sedangkan antiinflamasi berfungsi sebagai anti radang atau nyeri yang disertai panas dan bengkak. Contoh obat yang banyak dijual di Apotek adalah Na-diklofenak, ketoprofen, ibuprofen, naproksen, asam mefenamat. Selain obat tersebut terdapat pula sediaan topikal seperti krim pereda rasa nyeri contoh lafalos plus, Thrombophop Gel. Perlu diketahui obat-obat'an tersebut bukan mengobati otot/sendi yang terkilir tetapi mengurangi rasa nyeri/sakit yang disebabkan oleh memar yang terjadi.

Mau lebih jelas lagi soal obatnya...? konsultasikan ke Apoteker di sekitar anda ya sob...ceritakan proses terkilirnya bagaimana, perlihatkan bagian terkilirnya jika Apoteker merasa tidak bisa menangani dengan pemberian obat-obat saja maka pasien direkomendasikan berkonsultasi kepada dokter spesialis orthopedi untuk penanganan lebih lanjut, karena ada fase-fase penyembuhan jika terkilirnya masuk dalam kategori terkilir berat.

Aji Wibowo,S.Farm.,Apt

Semoga Bermanfaat Wallahu a’lam bishshawab

Sumber : Clinical Sports Medicine Book, Sports Injuries: Their Prevention and Treatment Book

Pasien Terduga Mers di Jember Bertambah

Jakarta, Aktual.co — Jumlah pasien terduga (suspect) virus corona Middle East Respiratory Syndrome (Mers CoV) di Kabupaten Jember, Jawa Timur, bertambah tujuh orang.

"Petugas menemukan tujuh orang di Kecamatan Jenggawah suspect Mers CoV dan semuanya menjalani observasi di pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) setempat," kata Humas Dinas Kesehatan (Dinkes) Jember, Yumarlis, Sabtu (17/5).

Sebelumnya, Rumah Sakit Daerah (RSD) dr Soebandi Jember merawat seorang pasien perempuan terduga Mers sejak Sabtu (10/5) dan pasien tersebut merupakan pasien rujukan dari pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) Tanggul dengan keluhan sesak napas, batuk, dan pilek setelah menjalani ibadah umrah.

"Jumlah pasien terduga Mers di Jember, totalnya menjadi delapan orang, namun satu pasien di RSD dr Soebandi Jember sudah diambil swap (cairan tenggorokan) oleh tim Dinas Kesehatan Provinsi Jatim," tuturnya.

Yumarlis mengatakan tujuh pasien yang dirawat di Puskesmas Jenggawah tersebut mengalami batuk, pilek, dan sesak napas setelah menunaikan ibadah umrah di Tanah Suci Mekkah.

"Petugas kesehatan masih melakukan observasi dan hal tersebut dilakukan untuk mengetahui apakah gejala yang diderita merupakan gejala yang ditimbulkan akibat virus korona atau hanya penyakit flu biasa," katanya.

Dinkes Jember, lanjut dia, akan merujuk ketujuh pasien terduga Mers ke RSD dr Soebandi Jember, apabila kondisi kesehatan mereka tidak kunjung membaik.

"Jika dalam dua hari kedepan kondisi kesehatan ketujuh pasien tersebut tidak menunjukan adanya perkembangan yang baik, maka mereka untuk segera dirujuk ke RSD Dr Soebandi Jember untuk mendapatkan perawatan medis lebih intensif," paparnya.

Wednesday, 14 May 2014

Cara Daftar BPJS Kesehatan

Apakah anda sudah terdaftar di BPJS ? Jika anda belum terdaftar , segeralah daftarkan diri anda beserta keluarga anda, agar pada saat anda sedang mengalami kesulitan yang membutuhkan perawatan rumah sakit, anda tidak direpotkan lagi oleh biaya untuk membayar sejumlah tagihan rumah sakit, karena dengan menjadi anggota BPJS  artinya anda berhak mendapatkan pelayanan yang maximal, tentunya sebagian besar sudah mengetahui bahwa BPJS sudah di luncurkan per tanggal 1 Januari 2014, BPJS ini menggantikan sejumlah lembaga jaminan sosial yang ada di Negara kita ini seperti lembaga asuransi jaminan kesehatan PT. Askes dan PT. Jamsostek kedua lembaga tersebut nantinya akan di gantikan menjadi BPJS secara bertahap yakni pada tahun 2014 PT. Askes akan menjadi BPJS kesehatan dan pada tahun 2015 PT. Jamsostek akan menjadi BPJS Ketenagakerjaan.
 
Ada 2 jenis keanggotaan BPJS yang pertama keanggotaan Bukan Penerima Bantuan Iuran ( Non-PBI ) yang meliputi warga yang tergolong mampu untuk membayar premi seperti karyawan perusahaan swasta, anggota Kepolisian Republik Indonesia (Polri), Pegawai Negeri Sipil (PNS), Anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI), pekerja mandiri, bukan pekerja seperti veteran, penerima pensiun, dan sebagainya, yang kedua yaitu keanggotaan Penerima Bantuan Iuran ( PBI ) yang meliputi warga yang mempunyai tingkat ekonomi yang rendah atau kurang mampu, bagi warga yang kurang mampu nantinya jika berobat menggunakan kartu BPJS maka biayanya akan di tanggung oleh pemerintah, jadi tidak ada alasan lagi untuk tidak mendapatkan layanan yang dikarenakan oleh masalah biaya yang harus di keluarkan, pemerintah berharap dengan adanya BPJS ini kesehatan masyarakat akan terjamin, serta semoga dengan adanya BPJS ini dapat meningkatkan kesejahtraan setiap warga Negara Indonesia.
Bagi anda yang belum mengetahui tata cara untuk daftar menjadi anggota BPJS bisa di lihat di bawah ini
Cara Daftar BPJS Kesehatan
Cara mendaftar bagi pekerja penerima upah bukan pegawai pemerintah :
  • Pertam Pihak perusahaan mendaftar terlebih dahulu ke BPJS kesehatan
  • Kedua Pihak BPJS kesehatan akan melakukan proses registrasi kepesertaan dan memberikan informasi tentang virtual account untuk perusahaan (di mana satu virtual account berlaku untuk satu perusahaan).
  • Ketiga Perusahaan membayar ke bank dengan virtual account yang sudah diberikan BPJS Kesehatan.
  • Keempat Perusahaan mengkonfirmasikan pembayaran ke BPJS Kesehatan.
  • Kelima yang terakhir BPJS Kesehatan memberikan kartu BPJS Kesehatan kepada perusahaan.
 
Cara mendaftar pekerja bukan penerima upah dan bukan pekerja: 
  • Pertama setiap calon peserta melakukan pendaftaran ke BPJS Kesehatan dengan mengisi formulir daftar isian peserta dan menunjukkan kartu identitas (KTP, SIM, KK atau paspor).
  • Yang kedua pihak BPJS Kesehatan akan memberikan informasi tentang virtual account calon peserta. Virtual account berlaku untuk masing-masing individu calon peserta.
  • Kemudian yang ketiga calon peserta melakukan pembayaran ke bank dengan virtual account yang sudah diberikan BPJS Kesehatan.
  • Keempat Peserta melakukan konfirmasi pembayaran iuran pertama ke BPJS Kesehatan.
  • Kelima yang terakhir BPJS Kesehatan memberikan kartu BPJS Kesehatan kepada peserta.
sebagai warga Negara Indonesia saya berharap bahwa dengan adanya program BPJS ini, setiap warga Negara akan mendapatkan pelayanan yang memadai, tidak seperti sebelum ada BPJS banyak kabar yang tidak menggembirakan mengenai layanan rumah sakit yang kurang merangkul rakyat yang kurang mampu, semoga dengan hadirnya BPJS semua itu akan hilang sehingga setiap warga terjamin akan kesehatannya, mungkin sampai disini informasi ini saya buat mengenai cara daftar BPJS kesehatan semoga bermanfaat, terima kasih.

Saturday, 10 May 2014

Alasan babi menjadi hewan penting dalam riset dunia kedokteran

KOMPAS.com - Dunia kedokteran terus mengembangkan diri untuk mencari cara menyelamatkan jutaan nyawa manusia. Upaya mereka antara lain didukung oleh hewan biasa seperti babi.

Para ilmuwan dari National Institute of Health bulan lalu mengumumkan, mereka sukses melakukan cangkok jantung ke babon yang secara genetik direkayasa dari babi.

Kemudian ilmuwan gen Craig Venter bermitra dengan United Therapeutics Corp untuk mengembangkan paru babi yang cocok dengan tubuh manusia.

Namun sebenarnya babi memiliki peran lebih dari sekadar sumber donor organ. Selama lebih dari 30 tahun para ilmuwan telah menggunakan babi dalam berbagai bidang kedokteran, termasuk dermatologi, kardiologi (jantung), dan masih banyak lagi.

Baru-baru ini para ilmuwan bahkan mampu menumbuhkan kembali otot kaki manusia menggunakan impan yang dibuat dari jaringan kandung kemih babi.Lantas, apa yang membuat hewan ini begitu bernilai dalam riset kedokteran? Babi dan manusia memang banyak perbedaan; keduanya hanya berbagi tiga klasifikasi ilmiah dan tentu saja dari luar tidak ada kemiripannya.

Meski demikian, sistem biologi babi sebenarnya sangat mirip dengan manusia.
"Mereka punya sejumlah kesamaan anatomi dan fisiologi dengan manusia walau sistemnya berbeda. Babi merupakan model riset translasi. Sehingga apa yang bekerja pada babi, besar kemungkinannya akan bekerja juga pada manusia," kata Dr.Michael Swindle, penulis buku Swine in the Laboratory.

Swindle menjelaskan, mayoritas organ sistem babi punya kesamaan mencapai 90 persen dengan sistem pada manusia, baik dalam hal anatomi dan fungsi.

Sistem yang cocok antara lain sistem kardiovaskular karena ukuran dan bentuk jantung babi sama dengan milik manusia. Babi juga bisa mengalami aterosklerosis atau penumpukan lemak pada pembuluh darah, sama seperti halnya manusia. Mereka juga bisa mengalami reaksi serangan jantung.

Karena kesamaannya inilah para ilmuwan sejak lama menggunakan babi untuk menguji alat kateter dan metode operasi jantung. Babi juga dipakai untuk memahami bagaimana kerja jantung secara umum. Jaringan yang diambil dari jantung babi juga sudah dipakai untuk menggantikan katup jantung manusia yang rusak. Katup jantung ini bisa bertahan sampai 15 tahun dalam tubuh manusia.

Selain kesamaan jantung dan pembuluh darah, karateristik lain yang hampir mirip antara manusia dengan babi adalah keduanya mengonsumsi tanaman dan juga daging.
"Babi merupakan hewan omnivora seperti kita. Mereka bisa makan dan minum apa saja. Karena inilah, fisiologi pencernaan dan proses metabolik dalam liver mereka sama seperti pada manusia. Babi sudah dipakai dalam banyak studi seputar pola makan, termasuk soal penyerapan obat," kata Swindle.

Organ ginjal

Kesamaan dengan manusia tidak berhenti sampai di sini. Ukuran ginjal babi dan fungsinya ternyata tak jauh berbeda dengan ginjal kita. Maka jadilah babi menjadi bagian dari riset tentang ginjal. Selain itu, babi juga sudah menjadi model standar operasi plastik karena proses penyembuhan kulit mereka lagi-lagi mirip dengan kulit manusia.

Ada lagi. Para penderita diabetes yang menggunakan suntikan insulin harian juga bergantung pada insulin dari babi. Tetapi ini hanya berlangsung sampai tahun 1980 karena setelah itu perusahaan farmasi mulai membuat insulin biosintetis menggunakan teknologi DNA.

Pankreas babi yang menghasilkan insulin memang sama dengan manusia, sehingga berbagai riset mengenai diabetes sejak dulu memakai isolasi sel ini.

Para ilmuwan tak mengetahui mengapa organ dan sistem anatomi babi begitu mirip dengan manusia. Swindle menduga bahwa jutaan tahun lalu mungkin kemiripannya lebih banyak lagi, tetapi proses evolusi membuat hewan ini berkembang secara berbeda.
"Saya pribadi percaya babi adalah omnivora sejati, sehingga metabolisme dan hormon mereka membuat banyak kesamaan dengan karateristik pada manusia," katanya.

Mengingat begitu banyaknya kesamaan dalam sistem organ dan makin tingginya kebutuhan donor organ, babi kini menjadi target sebagai sumber organ jantung dan paru bagi manusia.

Walau beberapa primata seperti babon dan simpanse lebih mirip dengan manusia, tetapi babi lebih menarik sebagai pilihan donor organ karena jumlah mereka lebih banyak.

"Sebagai sumber organ, jika kita memilih spesies lain, maka harus tersedia dalam jumlah yang banyak dan secara etik diterima," kata Dr.Soon Park, ketua divisi bedah jantung dari University Hospital Case Medical Center.

"Jadi jika babon memang lebih dekat kemiripannya dengan manusia dibanding babi, tapi ada sejumlah masalah etik dan moral sehingga babon tidak bisa dipakai. Selain itu hewan ini sulit berkembang biak menjadi banyak," katanya.

Mencangkokkan organ babi pada manusia, proses yang disebut dengan xenotransplantasi, tidaklah mudah karena sistem kekebalan tubuh manusia akan menolak. Tetapi dengan kesuksesan para ilmuwan mendonorkan jantung babi ke primata, babi sekali lagi dilirik sebagai sumber donor yang mudah didapat.

Friday, 9 May 2014

Mewabahnya Virus Mers, indonesia belum menerapkan "Travell Warning"

Meski wabah Middle East Respiratory Syndrome (MERS) sudah menyebar di 14 negara dan merenggut nyawa lebih dari 100 orang, Indonesia belum berencana mengeluarkan travel warning. Virus yang menyebar dengan perantara kelelawar dan unta ini bahkan dianggap belum seberbahaya flu burung.
"Menurut saya sih travel warning belum (akan dikeluarkan), kelihatannya," kata Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sapta Nirwandar ditemui seusai seminar konvergensi yang digelar Kompas Gramedia, di Jakarta, Rabu (7/5/2014).
Menurut Sapta, saat ini badan kesehatan dunia (WHO) belum menganggap serangan virus ini segawat wabah flu burung. Sapta menambahkan pula, sampai saat ini Kemenparekraf belum mendapat aba-aba dari Kementerian Kesehatan untuk melakukan tindakan lebih lanjut. "Nampaknya sampai sekarang masih case-nya spesifik di negara-negara Timur Tengah. Kita harus mengantisipasi, tapi kita juga tidak dengan mudah mengeluarkan travel warning," imbuh dia.
Kendati demikian, kata Sapta, Kemenparekraf segera akan bertindak setelah ada informasi lebih jauh baik dari Kemenkes maupun WHO. Dia juga yakin masyarakat juga sudah tahu soal penyakit ini dan bertindak antisipatif sebelum melakukan perjalanan ke negara-negara dengan kasus pemicu maupun yang terinfeksi MERS.
Dikutip dari laman ABCNews, virus MERS ini diduga bermula dari Arab Saudi, dengan jumlah kasus mencapai 378 dan 107 kematian di seluruh dunia. Setidaknya 14 negara sudah melaporkan penyebaran kasus MERS, yakni Mesir, Jordania, Kuwait, Qatar, Uni Emirat Arab, Tunisia, Malaysia, Oman, Perancis, Yunani, Italia, Inggris, Filipina, dan Amerika Serikat.
sumber: nasional.kompas.com