Pasar Tanjung di Kabupaten Jember, Jawa Timur menjadi sasaran program
revitalisasi pasar dari
Kementerian Perdagangan (Kemendag) bekerja sama
dengan pemerintah daerah pada tahun ini. Perombakan tersebut bertujuan
untuk mengembalikan kebanggaan masyarakat Jember.
berkesempatan mengikuti Menteri
Perdagangan (Mendag), Enggartiasto Lukita meninjau Pasar Tanjung di
Kabupaten Jember. Didampingi Bupati Jember, Faida serta beberapa pejabat
dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan, rombongan berkeliling
memutari bangunan pasar tiga lantai ini.
Menelusuri sudut demi sudut Pasar Tanjung, kondisinya bisa dibilang
memperihatinkan. Hal ini sudah bisa dilihat dari depan pasar. Keadaan
pasar sangat becek karena lantai belum sepenuhnya dari keramik.
Dinding pasar nampak lapuk dipenuhi sarang laba-laba, atap yang
menjadi penahan terik matahari dan hujan pun sudah usang. Ditambah lagi
bau yang menyengat. Sekitar lebih dari 1.200 pedagang di Pasar Tanjung
harus bertahan dalam kondisi tersebut demi pundi-pundi uang.
Mendag Enggar mengatakan, Kementerian Perdagangan akan merevitalisasi Pasar Tanjung Jember dan menatanya sehingga menjadi pusat jual beli yang layak. Pihaknya merangkul Pemkab Jember.
Enggar menyarankan, nantinya pengelola pasar harus mengikuti kursus supaya dapat mengelola pasar dengan baik. Dia pun mengingatkan kepada pengelola pasar bahwa penerimaan dan pertanggungjawaban keuangan menjadi obyek pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
"Karena uang retribusi untuk kebersihan harus benar-benar dipakai untuk kebersihan dan itu juga keinginan dari Bupati Jember. Pedagang jangan protes, karena itu untuk kepentingan pemeliharaan. Tidak ada satu sen pun uang yang tidak bisa dipertanggungjawabkan," jelasnya.
Sementara itu, Bupati Jember Faida mengungkapkan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) sangat menaruh perhatian penuh kepada pasar rakyat, yakni pasar tradisional. Program revitalisasi pasar sudah dipersiapkan untuk Pasar Tanjung.
Sebanyak 1.200 pedagang di Pasar Tanjung, diakuinya, selama ini tidak tersentuh revitalisasi sehingga pasar sangat kumuh dan tidak tertata dengan baik. Tak heran bila pedagang lebih senang berjualan di luar pasar ketimbang di dalam.
"Nantinya setelah direvitalisasi, pasar ini paling sedikit beroperasi 18 jam, kalau sekarang kan cuma setengah hari. Nanti pagi hari buat pasar rakyat, siang sampai malamnya sebagai pusat pelayanan jasa dan kuliner," ujar Faida. (liputan6.com)







0 comments:
Post a Comment