BEM FKM UJ 2012-2013

my litle family.

Public Health

Prevent, Promote, Protect.

PBL 2013

Pengalaman Belajar Lapangan Kelompok 2 di desa Mojosari, Kecamatan Puger, Jember.

Studi Banding 2013

Studi banding ke UGM bersama UKKI ASH SHIHAH.

UPGRADE Skill

Forum Membahas Izin Operasional Rumah Sakit, Dinas Kesehatan Jember.

Tuesday, 3 June 2014

Cara Entri Blog ke e-learning UNEJ

Tulisan ini sengaja saya tulis untuk mengulas bagaimana cara entri blog ke e-learning UJ, guna pengumpulan tagas Teknologi Informasi, langsung saja perhatikan langkahnya, ane kasih screenshot agar pembaca lebih jelas..


Langkah :
1. login e-lerning
2. Cari menu administration --> My Profile Set --> Blog --> register an external blog

3. Mencari alamat rss feed blog anda, login ke blog anda

4. Klik kanan di halaman web blog anda --> lihat informasi laman

5. Pilih RSS Feed dan copy alamat RSS anda.


6. Kembali ke e-learning, paste alamatnya, silahkan isi keterangan di bawahnya

7. Succes



8. Selamat mencoba

Terima kasih sudah berkunjung, jangan lupa komennya ya guys..hehehe
wassalam....







Indonesia Masuk 10 Besar Orang Gemuk Terbanyak

Lebih dari 40 juta orang dewasa di Indonesia kegemukan. Hal itu setara jumlah penduduk Jawa Barat, provinsi dengan jumlah penduduk terbesar, tetapi semuanya berisiko menderita berbagai penyakit degeneratif, mulai dari diabetes, serangan jantung, stroke, hingga kanker.

Seiring meningkatnya kesejahteraan rakyat dan bertambahnya jumlah penduduk usia produktif sebagai buah dari bonus demografi, jumlah orang dewasa gemuk dipastikan terus naik. Mereka terdiri dari orang yang baru kelebihan berat badan dibandingkan berat badan standar sesuai tinggi tubuh dan yang sudah masuk kategori obesitas.

”Modernisasi membuat asupan kalori masyarakat tak seimbang,” kata Direktur Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan Ekowati Rahajeng, Minggu (1/6), di Jakarta. Padahal, obesitas meningkatkan risiko penyakit diabetes, jantung, stroke, dan kanker.

Masyarakat Indonesia terbiasa mengonsumsi karbohidrat berlebih. Nasi tetap menjadi makanan utama, sedangkan mi, ubi, dan roti sebagai makanan selingan. Meski Indonesia bangsa agraris, konsumsi sayur dan buah amat rendah. Kondisi itu bersamaan dengan meningkatnya konsumsi makanan olahan dan siap saji tinggi lemak, garam, dan gula.
Masalah global

Kegemukan bukan hanya masalah Indonesia. Riset Institut Pengukuran dan Evaluasi Kesehatan (IHME) Amerika Serikat dalam jurnal The Lancet, Kamis (29/5), menyebutkan, jumlah orang gemuk di dunia naik dari 875 juta orang pada 1980 menjadi 2,1 miliar orang pada 2013.

Itu berarti hampir sepertiga penduduk bumi kegemukan. Di negara berkembang, jumlah perempuan gemuk lebih banyak dibandingkan laki-laki. ”Perempuan di negara berkembang dituntut mampu mengerjakan banyak hal, bekerja sambil mengurus keluarga. Itu membuat mereka tak punya banyak waktu mengelola berat badan,” kata pakar kesehatan global IHME, Prof Ali Mokdad, kepada BBC, Kamis lalu.

Di negara maju, justru lebih banyak laki-laki yang obesitas. Kurang aktivitas fisik menjadi pemicu. Permukiman yang melebar ke luar kota membuat waktu tempuh dari rumah ke tempat kerja lebih lama. Waktu luang digunakan untuk hobi yang tak butuh banyak aktivitas fisik. ”Modernisasi dan teknologi membuat aktivitas fisik turun,” kata Hermann Toplak, presiden terpilih Asosiasi Eropa untuk Studi Obesitas (EASO).

Dalam riset IHME, merujuk Riset Kesehatan Dasar 2007 dan 2010, Indonesia masuk 10 besar negara dengan orang gemuk terbanyak. Menurut Riskesdas 2013, prevalensi orang gemuk lebih besar. (MZW)

Sebentar Lagi, Bungkus Rokok Akan Diberi "Gambar Seram"

 


Mulai tanggal 24 Juni 2014, Peringatan Kesehatan Bergambar (PHW) akan ada di bungkus rokok. Sebelumnya PHW sudah diatur dalam Peraturan Pemerintah No 109 Tahun 2012 tentang Pengemasan Bahan yang Mengandung Zat Adiktif berupa Produk Tembakau.
"Itu (PHW) di bungkus rokok nanti (akan dipasang) di tanggal 24 Juni, bulan depan," ujar Direktur Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan RI Ekowati Rahajeng di sela-sela acara The 1st Indonesia Conference on Tobacco or Health 2014 pada Sabtu (31/5/2014) di Jakarta.

PHW yang akan ditampilkan antara lain gambar paru-paru yang rusak akibat rokok, gambar asap rokok berbentuk tengkorak, gambar kanker mulut dan tenggorokan, dan lain sebagainya. Peringatan dalam bentuk gambar ini dinilai lebih efektif untuk membuat orang enggan merokok ketimbang peringatan tertulis.
Setelah tanggal 24 Juni 2014, rokok yang beredar tanpa PHW di kemasannya bisa dinyatakan sebagai produk lama atau bahkan barang ilegal. Terkait hal ini, Ekowati juga mengimbau supaya masyarakat juga bisa menjadi pengawas terhadap aturan merokok.
Menurut dia, meskipun Indonesia merupakan negara hukum, dibutuhkan kontrol dari masyarakat sendiri untuk menegakkan hukum yang berlaku. Khusus untuk aturan merokok di Indonesia, maka masyarakatlah yang berperan dalam mengontrolnya.
Kontrol terhadap aturan merokok, lanjut dia, perlu melalui pembinaan. Salah satu cara dalam melakukan pembinaan yaitu dengan memberlakukan peringatan yang lebih jelas terhadap bahaya rokok itu sendiri.
"Masyarakat membutuhkan banyak pembinaan karena sebenarnya mereka berperan sebagai pengawas," tuturnya.
Ia mencontohkan, hingga saat ini masih banyak ditemukan anak-anak yang tidak mengerti bahaya rokok, tetapi terpapar dengan mainan yang menyerupai rokok. Dengan demikian, bagi mereka, citra rokok menjadi baik dan menyenangkan.
Jika di kemasan rokok sudah terdapat PHW maka diharapkan mereka jauh lebih sadar bahwa rokok merupakan benda yang berbahaya. "Kita harus berusaha membuat citra rokok buruk supaya orang malu untuk merokok," tutup Ekowati.
Prevalensi perokok pada anak usia antara 5-9 tahun dalam beberapa tahun terakhir ini mengalami kenaikan sebesar 400 persen. Begitu pula pada anak usia 10-14 tahun, yaitu sebesar 40 persen dan hampir 80 persen perokok mulai merokok sebelum mencapai usia 19 tahun.

Editor :
Lusia Kus Anna

Monday, 2 June 2014

Cara Membuat Artikel Terkait dengan Gambar / Thumbnail

Cara Membuat Artikel Terkait dengan Gambar / Thumbnail. Assalamualaikum wr.wb, sobat blogger pada postingan kali ini Kang Aluha berkesempatan untuk memberikan tutorial blogger blogspot mengenai cara membuat artikel terkait dengan gambar / thumbnail. Menurut pakar SEO dengan membuat artikel terkait dengan gambar atau tanpa gambar hanya berbentuk tulisan saja akan meningkatkan jumlah pengunjung atau dalam bahasa blogger disebut Pageviews. Artikel terkait ini umumnya diletakan di akhir pembahasan atau di bawah postingan, karena letaknya efektif dan mudah dilihat oleh pembaca / pengunjung.

Artikel terkait ini dilengkapi dengan gambar dengan ukuran sedang dan judul posting yang terletak tepat di bawah gambar. Survei juga membuktikan bahwa membuat artikel terkait / related post yang dilengkapi dengan gambar ini akan lebih banyak dilihat dan diklik oleh pengunjung / pembaca artikel, karena tampilannya yang keren dan membuat pengunjung penasaran dan terpukau, Lebay :D
  • Masuk / Login ke www.blogger.com 
  • Pada Dashboard pilih Template → Edit HTML
  • Letakan CSS & JavaScript berikut ini di bawah kode ]]></b:skin> 
  • Kode :
    <b:if cond='data:blog.pageType == "item"'>
    <style type="text/css">
    #related-posts{float:center; text-transform:none; height:100%; min-height:100%; padding-top:5px; padding-left:5px}
    #related-posts h2{font-size:1.6em; font-weight:bold; color:black; font-family:Georgia,Times New Roman,Times,serif; margin-bottom:0.75em; margin-top:0em; padding-top:0em}
    #related-posts a{color:black}
    #related-posts a:hover{color:black}
    #related-posts a:hover{background-color:#d4eaf2}
    </style>
    <script type='text/javascript'>
    var defaultnoimage="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhGfQ7zyEd6pnJpVezihtUPkcRtxRa8E-9NGcsF4zMyNSqBWQZWwUmO3VbjZll2l8JLM_QgZeuIgyT1F_CQJLVZAa3p6owDdeSy3CN_bb5CyV4OCN53zQp4f1fcivF8iDcZjtDm926OMqI/s400/noimage.png";
    var maxresults=5;
    var splittercolor="#d4eaf2";
    var relatedpoststitle="Related Posts";
    </script>
    <script src='http://giovanialuha.googlecode.com/files/artikel-terkait-bergambar.js' type='text/javascript'/>
    </b:if>
     
    Penerapan Kode HTML Artikel Terkait Bergambar 
    Tahap ini merupakan tahap akhir pada tutorial membuat artikel terkait 
    dengan gambar / thumbnail yang nantinya akan memunculkan artikel-artikel
     terkait dengan jumlah yang sudah ditentukan atau sesuai ketentuan 
    pengguna, caranya
    
    
    • Silahkan Anda cari kode <data:post.body/>
    • Kemudian letakan kode di bawah ini setelah kode <data:post.body/> 
    • Kode :
      <b:if cond='data:blog.pageType == &quot;item&quot;'>
      <div id='related-posts'>
      <b:loop values='data:post.labels' var='label'>
      <b:if cond='data:label.isLast != &quot;true&quot;'>
      </b:if>
      <script expr:src='&quot;/feeds/posts/default/-/&quot; + data:label.name + &quot;?alt=json-in-script&amp;callback=related_results_labels_thumbs&amp;max-results=6&quot;' type='text/javascript'/></b:loop>
      <script type='text/javascript'>
      removeRelatedDuplicates_thumbs();
      printRelatedLabels_thumbs(&quot;<data:post.url/>&quot;);
      </script>
      </div>
      <div style='clear:both'/>
      </b:if> 
       
       
      • (Save Template) 
       
    Keterangan Terkait Kode Artikel Terkait Bergambar
     
    1. Artikel terkait dengan gambar ini bekerja secara otomatis jadi Anda 
    tidak perlu merubah atau menambahkan alamat feeds yang sudah ada.
    
    2. Artikel terkait dengan gambar ini bekerja pada halaman postingan dan kode di atas tidak berlaku di halaman utama / Home Page.
     
    3. Untuk merubah tampilan artikel terkait dengan gambar, Anda bisa 
    merubah CSS sesuai keinginan jika Anda paham untuk mengeditnya,
     
    4. var maxresults=5; Jumlah artikel terkait yang muncul pada setiap artikel / postingan.
     
    5. var relatedpoststitle="Related Posts"; Judul artikel terkait dan muncul di bawah postingan.
    
    
    6. Jika kode <data:post.body/> ada banyak, silahkan letakkan di kode <data:post.body/> yang paling terakhir
    
    
    Demikianlah tutorial blogger mengenai cara membuat artikel terkait dengan gambar / thumbnail. 
    
    
    Terima kasih. 
    

Kini Wanita Tak Malu Lagi Merokok

KOMPAS.com -- Jika dulu citra rokok erat dengan kaum adam, tetapi kini semakin banyak pula wanita yang juga menjadi perokok aktif. Terbukti dari peningkatan prevalensi merokok antara 2007 dan 2013 di kalangan wanita dari 5,2 persen menjadi 6,9 persen.
Meskipun perokok pria masih jauh lebih banyak daripada wanita, tetapi peningkatan jumlah perokok wanita juga perlu mendapatkan perhatian. Pasalnya, peningkatan jumlah perokok wanita juga berkontribusi dalam total jumlah perokok secara keseluruhan.
Direktur Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan RI Ekowati Rahajeng mengatakan, dulu wanita masih malu-malu untuk merokok. Namun, saat ini semakin mudah ditemui wanita yang merokok.
"Ini mungkin disebabkan oleh modernisasi, terkait norma merokok tidak baik itu belum ada sehingga mereka tidak malu untuk merokok," kata dia di sela-sela The 1st Indonesian Conference on Tobacco or Health (ICTOH) yang pertama pada Sabtu (31/5/2014) di Jakarta.
Menurut dia, rokok harus dicitrakan sebagai barang yang buruk sehingga orang pun malu untuk merokok. Ia mengatakan, orang harus semakin menyadari bahwa merokok merupakan barang yang bisa mengakibatkan penyakit.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Komisi Nasional Pengendalian Tembakau Priyo Sidipratomo menegaskan, di zaman post modern, citra rokok sebenarnya sudah buruk. Terbukti, di negara-negera maju, rokok sudah mulai ditinggalkan.
"Itulah kenapa kita harus bekerja keras untuk membuat citra demikian di Indonesia," kata Priyo.
Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) menunjukkan, prevalensi perokok di Indonesia meningkat dari 34,2 persen pada tahun 2007 menjadi 36,3 persen pada tahun 2013.