BEM FKM UJ 2012-2013

my litle family.

Public Health

Prevent, Promote, Protect.

PBL 2013

Pengalaman Belajar Lapangan Kelompok 2 di desa Mojosari, Kecamatan Puger, Jember.

Studi Banding 2013

Studi banding ke UGM bersama UKKI ASH SHIHAH.

UPGRADE Skill

Forum Membahas Izin Operasional Rumah Sakit, Dinas Kesehatan Jember.

Sunday, 22 June 2014

Ketahui Apa yang Tersembunyi dalam Es Batu


Es batu mungkin sudah menjadi "teman" wajib minuman Anda, terlebih di cuaca panas seperti sekarang. Tetapi pastikan es batu yang dikonsumsi berasal dari sumber air yang bersih. Es batu ternyata bisa menyimpan bakteri.

Es batu sebenarnya baru mulai populer pada awal tahun 1800 ketika Frederic Tudor, kini disebut sebagai raja es, memulai perusahaan es batu.

Menurut Dr.Pritish Tosh, dokter ahli penyakit menular dan Martin Bucknavage, ahli keamanan pangan dari Department of Food Science di Pennsylvania State University, ada 3 hal yang kerap kali terdapat dalam es batu.

1. Bakteri
Amerika Serikat memiliki peraturan yang disebut Safe Drinking Water Act sejak tahun 1974 yang menjamin level bakteri patogen dalam air minum tetap terkontrol. Meski sebenarnya warga di negara tersebut tidak terlalu khawatir dengan standar air minumnya, tetapi tetap saja bakteri bisa ditemukan dalam es batu.

Salah satu sumber bakteri yang sudah diketahui adalah mesin pembeku es yang tidak bersih. Es batu yang berada di restoran juga lebih gampang terkontaminasi bakteri, misalnya saja dari sentuhan tangan yang tidak bersih setelah mengolah daging.

2. Kapang
Kapang bisa ditemukan di mana saja, mulai dari mesin es hingga kulkas rumahan. Udara yang dingin dari freezer memang bisa membuat kapang sulit berkembang, tetapi jika mesin pembuat es sering dimatikan dalam jangka waktu tertentu, kapang bisa berkembang.

"Jika freezer atau mesin es Anda dimatikan untuk beberapa waktu, maka sebelum digunakan sebaiknya dibersihkan dulu," saran Bucknavage.

3. Apa yang ada di tangan
Jika Anda menyentuh es batu tanpa mencuci tangan sebelumnya, maka apa yang ada di tangan Anda bisa berpindah ke es batu. Bukan hanya saat akan menyiapkan minuman, saat mengambil es batu dari kulkas pun Anda wajib memastikan tangan sudah dicuci.

Pada tahun 2007, Chicago Sun Times menemukan 20 persen dari 49 restoran dan bar hotel di Chicago memiliki es yang terkontaminasi jenis bakteri yang ada dalam feses.

Jenis bakteri yang bisa terdapat dalam es batu sebagian besar memang tidak berbahaya dan bisa dilawan oleh sistem imun tubuh. Tetapi tak sedikit orang, terutama anak-anak, yang menderita diare akibat tertular penyakit dari kuman dalam es batu.

Oleh karenanya, pastikan es batu yang dikonsumsi aman. Jika tidak yakin, pilihlah minuman dingin yang diambil dari kulkas sehingga Anda bisa mendapatkan minuman yang segar walau tidak menggunakan es batu.

Friday, 20 June 2014

Gambar Seram di Bungkus Rokok: Dicuekin Perokok, Penyelamat Calon Perokok


Jakarta, Mulai 24 Juni 2014, pemerintah menerapkan peringatan bahaya rokok dalam bentuk grafis di setiap kemasan rokok. Namun seberapa efektifkah peraturan ini untuk menghentikan kebiasaan merokok masyarakat di Indonesia?

"Memang ini sekadar versi gambar, tapi versi gambar ini lebih baik daripada peringatan tulisan. Lagipula dengan gambar ini kan lebih sederhana dan peringatan ini juga dapat menjangkau semua pihak dan kalangan," ujar Dr Imam B. Prasodjo, M.A, sosiolog Universitas Indonesia saat berbincang dengan detikHealth, seperti ditulis Jumat (20/6/2014).

Peraturan mengenai peringatan bahaya merokok pada kemasan rokok sebetulnya sudah dibuat sejak 2012. Namun pelaksanaannya masih sangat kurang. Pengamatan detikHealth, baru dua merek rokok yang menerapkan hal ini di Indonesia.

Dengan adanya gambar-gambar seram, diharapkan efektivitas peringatan bahaya merokok menjadi meningkat. Gambar peringatan bahaya merokok di depan bungkusnya juga merupakan bagian dari edukasi paling sederhana untuk semua kalangan di Indonesia, mengingat banyak sekali masyarakat Indonesia yang kurang peduli dengan peringatan yang telah tertulis di kemasan rokok.

Peringatan yang akan dicetuskan pada 24 Juni mendatang ini memang tidak akan serta-merta membuat seseorang berhenti merokok, melainkan perlahan-lahan menimbulkan keseganan saat orang membawa rokok. Sekaligus juga mengingatkan secara perlahan bahwa merokok dapat menyebabkan berbagai rentetan penyakit.

"Memberhentikan orang yang sudah adiktif terhadap rokok memang tidak mungkin, tapi mencegah orang-orang yang belum adiktif atau generasi mendatang untuk merokok masih sangat mungkin untuk dilakukan," jelas Imam.

"Tujuan utama yang paling pasti ialah memberikan pandangan untuk tidak menjadikan rokok, yang sebenarnya berbahaya sebagai gaya hidup yang dianggap keren," lanjut Imam.

Tuesday, 17 June 2014

Mengapa Ada Orang yang Tak Bisa Berhenti Merokok?


Banyak cara untuk berhenti merokok. Ada orang yang setelah diminta kekasihnya untuk meninggalkan kebiasaan buruknya langsung bisa berhenti. Ada yang setelah membaca artikel bahaya rokok lalu bertahap mengurangi rokoknya dan sukses. Tapi ada banyak orang yang tak bisa berhenti.

Para ilmuwan kini semakin memahami mengapa ada sebagian orang yang tidak bisa berhenti merokok. Hal itu ternyata tak bukan karena kurangnya niat, tapi berkaitan dengan aktivitas di otak.
Kesimpulan itu didapat setelah para peneliti mengamati aktivitas otak pada perokok yang dilarang merokok menggunakan pemindaian MRI.

Ada 44 perokok yang dipindai otaknya. Mereka berusia 18-45 tahun dan merokok rata-rata 10 batang setiap hari dalam 12 bulan terakhir. Para partisipan ini diminta untuk puasa rokok selama 12 jam sebelum pemindaian.

Para peneliti memindai otak mereka untuk melihat responnya pada tawaran uang jika mereka mau berhenti merokok.

Mereka menemukan bahwa yang memperlihatkan respon paling lemah pada bagian otak yang mengatur ganjaran adalah yang paling tidak mau berhenti merokok, bahkan jika ditawarkan hadiah uang. Rasa kenikmatan yang dihasilkan dari nikotin ternyata lebih kuat dibanding tawaran uang.

Nikotin memang bisa menjerat pemakainya. Kecanduan nikotin juga lebih sulit dihilangkan dibandingkan dengan heroin atau kokain. Begitu Anda menghirup rokok, dalam waktu 10 detik nikotin sudah memasuki otak. Di otak nikotin akan meningkatkan produksi neurotransmiter dopamin, yaitu zat yang mengatur gerakan, motivasi, emosi, serta kenikmatan.

Sayangnya, efek nikotin cepat menghilang secepat ia menyerang. Ini berarti Anda harus terus mengisap lebih banyak untuk mendapatkan rasa nikmatnya. Nikotin juga mudah menimbulkan rasa ketergantungan yang kuat

Sunday, 15 June 2014

"WAGs", Rahasia Belanda Hancurkan Spanyol


Pelatih tim nasional Belandai, Louis van Gaal, memberikan izin kepada istri, keluarga, dan pacar (media-media Eropa sering menyebutnya dengan WAGs) para pemain De Oranje untuk mengunjungi hotel tempat tim menginap sebanyak dua kali, sebelum dan setelah laga melawan Spanyol. Menurut Van Gaal, hal tersebut membantu faktor psikologis para pemainnya.

Untuk perhelatan besar seperti Piala Dunia, kebanyakan pelatih melarang para pemain bertemu istri, keluarga, dan pacar selama kejuaraan berlangsung. Bagi beberapa pelatih, hal tersebut bisa membuat fokus pemain terpecah.

Akan tetapi, Van Gaal menjadi pelatih pertama yang buka suara mengenai pentingnya peran istri, keluarga, dan pacar untuk para pemainnya.

"Prinsip saya adalah gambaran keseluruhan, seluruh orang, dan pemain. Otak dan jiwa ikut berperan. Dan, jiwa dipengaruhi oleh lingkungannya," jelas Van Gaal seperti yang dilansir Mirror.

"Jadi, pada Kamis dan pagi ini, saya memberi izin untuk para istri mengunjungi hotel. Jadi, para pemain bisa bahagia. Tetapi, bukan berarti ini adalah alasan untuk kemenangan kami," lanjutnya. "Saya mengatakan kepada para pemain akan memastikan akan ada waktu di mana istri dan keluarga akan mengunjungi mereka."

Entah berpengaruh atau tidak, yang jelas Belanda tampil ganas saat berhadapan dengan Spanyol di Salvador, Jumat (13/6/2014) waktu setempat. Secara mengejutkan, Belanda menang telak 5-1 atas sang juara bertahan.

"Kami memiliki para pemain yang dapat memastikan tidak terlena dalam euforia. Kami bermain dengan luar biasa dan kompak. Kami memiliki lini depan yang sempurna. Kami masih bisa lebih baik. Itu tidak diragukan lagi," kata Van Gaal.

"Anda melihatnya dalam 20 menit terakhir pertandingan saat kami memainkan bola penuh percaya diri. Lalu, Anda melihat bagaimana para pemain tampil baik. Hasil itu memberikan kami kepercayaan diri dan saya berharap kami bisa lebih baik lagi," tandasnya.

Darah Mengental Juga Dipicu Kebiasaan "Ngorok"

Kebiasaan mendengkur umumnya merupakan gejala dari kondisi yang lebih parah seperti obstructive sleep apnea (OSA). Diketahui sebelumnya, OSA dapat memicu penurunan fungsi organ yang berujung pada berbagai penyakit. Bahkan keadaan darah yang mudah mengental juga dapat dipicu oleh OSA.

Spesialis THT dari RS Premier Bintaro Ari Cahyono mengatakan, OSA memang dapat berdampak pada hematologi, salah satunya membuat darah lebih mudah mengental. Hal ini dikarenakan pasokan oksigen yang menurun saat napas berhenti di waktu tidur yang terjadi berulang kali.

"Ketika tidur mendengkur, tubuh mengalami hipoksia atau gejala kekurangan oksigen dalam tubuh. Keadaan tersebut juga membuat peningkatan karbondioksida dalam darah," ujarnya saat ditemui dalam diskusi bertajuk "Bahaya Mendengkur dan Penanganannya" pekan lalu di Jakarta.
 Peningkatan kadar karbondioksida, lanjutnya, akan membuat darah mengalami stres oksidatif. Inilah yang membuat darah lebih mudah mengental.

Ari menjelaskan, darah yang mudah mengental akan berisiko menyumbat pembuluh darah. Jika terjadi di pembuluh darah jantung, kondisi tersebut dapat menyebabkan serangan jantung. Sedangkan apabila terjadi di pembuluh darah lainnya, maka akan menyebabkan gagal organ.

"Hipoksia berulang juga secara khusus membuat jantung bekerja lebih berat sehingga lebih berisiko terjadi gangguan ritme detak jantung," paparnya.
Selain itu, keadaan karbondioksida yang tinggi dalam darah juga membuat pembuluh darah rentan rusak. Hal itu pun menjadi faktor risiko dari penyakit jantung.

Pakar kesehatan tidur dari Sleep Clinic RS Premier Bintaro, Lanny S. Tanudjaja mengatakan, semua organ membutuhkan oksigen untuk dapat bekerja dengan baik. Jika dalam waktu lama tidak mendapatkan oksigen yang memadai, kerja organ semakin berat. Dan jika terjadi secara berulang-ulang, fungsi organ pun mengalami penurunan.
"Semua organ bisa mendapatkan dampaknya, dari mulai jantung, otak, ginjal, liver, dan organ-organ lainnya," kata dia.

Thursday, 12 June 2014

Bukan Makanan Manis yang Sebabkan Diabetes


Meski penyakit diabetes atau awam menyebutnya "sakit kencing manis" telah diketahui sejak 1500 SM, hingga saat ini masih banyak orang yang tidak memahami penyakit tersebut. Salah satunya adalah anggapan bahwa diabetes disebabkan hobi mengasup makanan manis.

Diabetes melitus adalah penyakit yang ditandai oleh tingginya kadar gula dalam darah. Hal ini terjadi karena tubuh kekurangan hormon insulin, zat yang diproduksi oleh kelenjar pankreas dan diperlukan untuk mengubah makanan menjadi energi. 

Menurut dr Rochismandoko, Sp PD, gaya hidup kurang gerak merupakan faktor utama yang menyebabkan terjadinya penyakit ini. "Kurang olahraga, terlalu banyak duduk, dan pola makan yang salah merupakan penyebab penyakit ini," katanya dalam acara peluncuran aplikasi Dokter Diabetes di Jakarta, Rabu (11/6/2014).

Nafsu makan berlebih dan kurangnya aktivitas fisik pada akhirnya akan menyebabkan kegemukan yang merupakan salah satu pencetus diabetes. 

Meski makanan manis bukanlah penyebab diabetes, pengaturan makan merupakan pilar terpenting dalam pengendalian penyakit ini. Setiap penyandang diabetes harus mau belajar mengenali makanan yang menyebabkan gula darah tinggi dan berusaha menghindarinya. 

Pengaturan makan dimaksudkan agar kita tetap bisa mengonsumsi berbagai variasi makanan yang menyediakan zat gizi penting, tetapi kebutuhannya sesuai sehingga insulin dalam tubuh mencukupi. 

Mereka yang diabetes bisa makan makanan yang sama seperti orang lain, tetapi penting untuk mengawasi jumlahnya. Jika kadar gula darah sudah terlalu tinggi, maka bukan hanya makanan mengandung gula yang perlu dihindari, melainkan terkadang juga lemak dan garam.

Monday, 9 June 2014

Mengapa Masih Lelah walau Tidur Lebih Lama?


Kurang tidur memang bisa membuat kita kelelahan dan sulit berkonsentrasi pada siang hari. Namun, tidur lebih banyak dari biasanya juga akan menyebabkan hal serupa.

Jika Anda tidur lebih lama dari malam sebelumnya, kemungkinan untuk mengalami rasa letih keesokan harinya memang lebih besar. Ini karena tubuh sebenarnya lebih suka konsistensi. Tubuh membutuhkan kita tidur dan bangun pada waktu yang sama setiap harinya.

Jika biasanya Anda tidur selama delapan jam dan malam ini Anda melanjutkan tidur hingga sembilan jam, maka ritme tersebut akan rusak. Ritme tubuh yang terganggu bisa membuat sistem tubuh jadi berantakan sehingga kita merasa lebih gampang lelah.

Rata-rata siklus tidur adalah sekitar 90 menit, dan seseorang biasanya menghabiskan lima siklus sepanjang malam sehingga totalnya menjadi 7,5 jam. Tentu saja jumlah ini bervariasi pada setiap orang. Jadi, jika Anda menambah ekstra waktu, berarti Anda akan terbangun pada tahapan tidur 3 dan 4, yang mana itu merupakan waktu tidur dalam.

Bangun dalam tahapan tidur itu bukan hanya membuat kita sering pusing dan lemas, melainkan juga membuat kita merasa kehabisan energi sepanjang hari. Selain itu, durasi tidur ternyata tak selalu sebanding dengan kualitas. Pada banyak kasus, kita bisa tidur cukup lama dengan kualitas yang rendah, tetapi terbangun dengan perasaan lelah.

Untuk mengetahui jadwal tidur yang tepat untuk Anda, mulailah dengan mengetahui kapan Anda merasa perlu bangun tidur pada pagi hari dan hitung mundur 7,5 jam. Jumlah waktu tersebut yang diperlukan tubuh untuk mendapatkan lima siklus tidur. Saat bangun, kita pun akan merasa segar dan siap menghadapi hari.

 
Sumber :

Saturday, 7 June 2014

Awas Maut... Ini Serangan Jantung, Bukan Masuk Angin!

Banyak orang mengenal serangan jantung seperti yang digambarkan dalam film atau sinetron, yakni mata mendelik, dada sesak, dan tangan memegangi dada ketika pingsan. Padahal, adakalanya rasa sakit tidak mengikuti pola tertentu, bahkan tanpa diikuti rasa nyeri dada.

Simak kisah serangan jantung seperti yang dialami M Latief (38). Jurnalis yang memiliki hobi naik gunung ini mengalami serangan jantung ringan dengan gejala mirip masuk angin. Inilah pengalamannya.

Serasa baru selesai joging jarak jauh, keringat seketika mengucur deras dari kening, leher, dan sebagian badan saya. Anehnya, itu keringat dingin, bukan hangat. Dingin sekali.

Sedetik keringat menderas, tiba-tiba dada juga terasa sesak, diikuti tengkuk hingga bahu yang menegang. Fun City, tempat permainan anak Margo City, Depok, tempat saya berdiri itu, seperti pelan-pelan menyempit, mengimpit.

Pikiran saya mulai kalut. Maklum, baru kali ini mendadak kondisi badan drop secepat itu dengan tanda-tanda yang aneh, tak biasanya.

Ketika itu, rasa sesak di dada semakin menjadi. Awalnya memang sesak biasa, tetapi perlahan-lahan makin terasa nyeri, seperti diremas-remas dengan keras, bahkan lebih dari itu, seperti diinjak-injak. Napas makin sulit.

"Aneh, kok begini," batin saya.

Maklum, perubahan kondisi tubuh mendadak seperti ini baru saya alami. Rasanya seperti masuk angin, tetapi anehnya bukan seperti masuk angin biasa. Lebih dari masuk angin.

Pelan-pelan saya coba bernapas. Keringat makin deras. Kaki juga mulai lemas.

Ada sekitar hampir tiga menit perubahan aneh itu berlangsung pada diri saya. Saya lalu panggil kedua anak saya.

"Abang, adik, ayo udahan dulu mainnya. Dada ayah sesak, ayah mau ke dokter sekarang. Nanti kalau ketemu ibu, kamu bilang ke ibu ya, Bang, dada ayah sesak dan keluar keringat dingin," kata saya kepada kedua putra saya, Azka (9) dan Azzam (5).

Sebelum kejadian itu, istri saya memang izin pergi sejenak ke toilet. Hanya saya yang menemani kedua anak saya di tempat hiburan di lantai dasar pusat belanja tersebut. Namun, tak sampai lima menit istri saya pergi, kejadian itu berlangsung.

Saya dan kedua anak saya pun bergegas ke lantai satu, menyusul istri saya. Prinsip saya, jalan pelan-pelan dan usahakan tetap sadar atau tidak pingsan. Otak saya hanya memerintah untuk selekasnya ke rumah sakit.

Hanya dituntun dua bocah berumur belum genap 10 tahun, saya cuma bisa pasrah. Sambil menahan sesak, saya berjalan pelan-pelan dituntun kedua anak saya. Azka di kiri, Azzam memegang tangan kanan.

Saya tak menghiraukan ramainya pusat belanja ini. Meskipun kepala tidak terasa pusing, kaki saya lemas sehingga saya harus pelan-pelan mengikuti langkah kedua anak saya. Bahkan, dengan berusaha tetap tenang, kami bisa melewati eskalator menuju lantai satu.

"Lho, kamu kenapa? Kok dingin banget? Kamu masuk angin nih kayaknya," kata istri saya, setelah kami bertemu dengannya.

Azka, anak saya yang nomor satu memotong. "Dada ayah sesak, keringatnya dingin Bu, ayah minta ke dokter," ujar Azka.

Saya masih sadar, tetapi saya memang sudah tak mau bicara apa-apa. Dada saya makin sesak. Karena itu, saya biarkan anak saya yang bicara untuk menghemat energi supaya tidak pingsan.

"Kamu masuk angin nih. Ya sudah, kita pulang sekarang saja ya," kata istri saya.

"Enggak, ini aneh. Rumah sakit... ke rumah sakit sekarang," kata saya.

"Kok ke rumah sakit. Pulang aja ya. Kamu tunggu dan duduk di sini, aku beli minyak angin dulu," jawab istri saya.

Nyaris, marah saya meledak. Tetapi saya sadar, marah hanya akan menguras energi. Jadi, saya acuhkan ucapan istri saya.

Saya juga tak mau duduk, tetapi tetap berdiri sembari berpegangan pada dinding mal. Pikir saya, duduk hanya akan bikin sesak di dada semakin parah.

Setengah berlari, istri saya kembali menghampiri. Dia baru selesai dari apotek.

"Kamu masuk angin nih, sini aku olesin dada kamu. Punggungnya juga sini," kata istri saya.

Saya diamkan istri saya berbuat demikian. Tetapi, hati saya makin kuat bahwa ini bukan masuk angin. Entah,feeling saya bilang lain.

"Sekarang ke rumah sakit. Cari taksi sekarang. Ini jantung, jantung," bentak saya.

Tanpa banyak cakap, kami berempat bergegas ke luar pusat belanja. Dari tempat kami berdiri, gerbang mal ini masih sekitar 200 meter.

Rasanya, sudah lebih dari lima menit perubahan aneh pada kondisi badan saya ini berlangsung. Saya sadari itu. Maka, pelan-pelan kami berjalan melewati kerumunan. Saya dituntun kedua anak saya di kiri dan kanan. Istri saya berjalan di belakang untuk menahan punggung saya.

"Itu taksi," kata istri saya, beberapa meter di pintu gerbang.

"Pak, ke rumah sakit ya, yang paling dekat," ujar istri saya.

Taksi langsung meluncur. Namun, baru sesaat masuk ke jalan raya, panik mulai melanda. Bukan apa-apa, dada saya makin sesak. Dashboard taksi ini seperti mengimpit. Badan saya juga makin lama semakin lemas.

"Tuhan... saya ingin sampai lebih dulu ke rumah sakit, jangan dulu biarkan saya mati," batin saya terus berkata demikian di antara istigfar saya di mulut.

Doa saya terkabul. Saya sadari itu meskipun mata saya terpejam menahan sakit di dada. Pasalnya, Jalan Margonda Raya yang biasanya macet pada hari libur, siang itu nyaris lengang. Hari itu, Kamis, 29 Mei 2014, adalah hari libur Kenaikan Isa Almasih.

Tak sampai 10 menit, saking ngebutnya, taksi sudah berbelok ke Rumah Sakit Mitra Keluarga, tak jauh dari Terminal Depok.

Tiba di UGD, semangat saya kembali muncul. Saya keluar dari taksi sendiri tanpa dibantu sopir taksi. Saya berjalan pelan-pelan, dan tetap diapit kedua anak saya serta istri saya yang menahan bahu saya dari belakang.

"Dada sesak, keringat dingin," ujar istri saya ke petugas UGD yang datang membuka pintu sembari menyorongkan tempat tidur.

Saya ingat betul, saat itu saya langsung diminta duduk di tepi tempat tidur dan diminta diam sebentar.

"Angkat lidahnya, Pak, telan ini dan habiskan," ujar seorang petugas sembari memasukkan obat berbentuk bubuk ke balik lidah saya.

Sekonyong-konyong, selesai melumat obat tersebut, nyeri di dada saya perlahan menghilang. Petugas pun meminta saya berbaring, dan kemudian memasangkan selang oksigen ke hidung saya. Tangan kiri saya pun lantas diberi cairan infus.

Memang, meskipun rasa sesak di dada belum hilang, nyerinya sedikit berkurang. Untuk itulah, saya diminta lagi untuk menghabiskan obat yang juga sudah disiapkan oleh seorang suster.

Ada tujuh butir obat disorongkan suster itu kepada saya. Sambil membawa segelas air, dia meminta saya selekasnya minum obat tersebut.

"Habiskan, Pak," ujarnya.

Hanya lima menit seusai menenggak habis ketujuh obat itu, nyeri di dada saya hilang seketika. Tak ada lagi sesak, apalagi nyeri. Suhu tubuh saya pun mulai berubah menjadi hangat.

Seorang dokter muda, dokter jaga di UGD, tampak menghampiri saya. Ia bilang, tujuh obat itu adalah obat jantung.

"Bapak kena serangan jantung ringan. Terlambat lima menit saja, mungkin Bapak sudah enggak ada lagi. Baiklah, Bapak kami rawat di sini ya," ujar dokter muda tersebut.

Saya cuma mengangguk lemah. Dari balik pintu UGD, saya lihat Azka dan Azzam, melambai-lambaikan tangan ke arah saya sembari tersenyum. Kedua "pahlawan" saya itu tidak diizinkan masuk ke dalam ruangan, termasuk istri saya yang repot ke sana kemari mengurus perawatan selanjutnya.

Pembengkakan jantung

Hari ini, Kamis (5/6/2014), tepat seminggu lalu serangan jantung ringan itu terjadi, kondisi saya sudah berangsur pulih dan semakin baik setelah dirawat selama enam hari di RS Mitra Keluarga. Vonis dokter, saya harus mengurai kembali pola hidup sehat agar kejadian itu tak lagi terulang.

Saya tak punya riwayat jantung. Saya pun suka berolahraga, terutama joging, meskipun hanya dua kali seminggu. Bahkan, pada umur 38 tahun ini saya masih menyalurkan hobi saya mendaki gunung.

Ya, dua pekan sebelum kejadian ini, saya juga baru pulang mendaki Gunung Gede, Jawa Barat, bersama teman-teman. Saya rutin mendaki gunung setahun satu atau dua kali.

"Bapak memang kelihatan sehat dan banyak orang terkena serangan jantung juga dalam kondisi sehat. Tapi, kemarin itu, saat serangan datang, jantung bapak lemah untuk memompa oksigen. Sekarang, kondisi Bapak sudah membaik, meskipun masih ada pembengkakan. Bapak harus mengubah pola makan dan stop merokok," kata Dr Bona Dwiramajaya H, SpJP, FIHA, yang merawat saya.

Beruntung, penanganan ketika terjadi serangan itu bisa dilakukan secara cepat dan tepat, terutama berkat bantuan istri dan kedua anak saya. Biasanya, dengan gejala umum seperti keringat dingin yang berlebihan, dada sesak dan nyeri, serta tengkuk dan bahu tegang bukan main, waktu-waktu krisis (golden time) kala serangan itu datang, orang masih belumngeh bahwa itu serangan jantung ringan. Lazimnya, orang berpikir itu adalah masuk angin.

Memang, tak bisa dimungkiri, gejalanya seperti masuk angin, yang dalam bahasa Betawi, sudah kedalon atau akut. Orang sering kali menganggapnya demikian. Bedanya, datangnya sangat tiba-tiba dan berbarengan, mulai dari keringat dingin berlebihan, dada sesak dan lebih nyeri, terasa tegang atau pegal mulai sekitar tengkuk hingga bahu.

Di situlah feeling yang kuat perlu Anda gunakan jika sewaktu-waktu gejala itu menimpa Anda. Pasalnya, Anda sendiri yang merasakannya, bukan orang-orang di sekitar Anda. Maka, camkan bahwa itu bukan masuk angin biasa....

Wednesday, 4 June 2014

Cegah Penularan MERS Saat Ibadah Umrah



Kita harus mencermati perkembangan penyakit Middle East Respiratory Syndrome (MERS) di Arab Saudi saat ini dan mencermati kasus-kasus yang telah tersebar ke beberapa negara. Termasuk beberapa kasus di Indonesia yang diduga MERS.



Terakhir ada satu kasus dari kota Medan yang baru saja pulang umrah yang diduga MERS dengan gejala MERS meninggal kemarin 4 Mei 2014 dan hanya sempat dirawat beberapa jam di RSU Adam Malik. Sampai sejauh ini belum ada obat dan vaksin untuk penyakit MERS ini.


Di Arab saudi sendiri kasus ini yang awalnya terjadi ratusan kilometer dari Riyadh ternyata sudah tersebar ke kota dimana jemaah umrah berada seperti Mekah, Madinah dan Jedah. Bahkan 1 jemaah umrah Mesir meninggal dunia beberapa saat lalu.


Memang saat ini pemerintah Arab Saudi dan pemerintah Indonesia belum memberlakukan travel warning utk para jemaah umrah, walau terdapat pembatasan pemberian visa oleh pemerintah Arab Saudi. Pemerintah Indonesia melalui pernyataan 3 menteri hari ini 5 Mei 2014 yaitu Menteri Agama, Menko Kesra dan Menkes menyampaikan bahwa pemerintah tetap memberangkatkan jemaah umrah dan haji tahun ini.

Melihat perkembangan saat ini, dimana sudah ada jemaah umrah yang terkena infeksi MERS, cepat atau lambat akan ada jemaah Indonesia yang positif tertular mengingat jamaah umrah Indonesia merupakan jemaah terbesar di tanah suci.


Sebagaimana kita ketahui infeksi MERS disebabkan oleh virus korona yang menyerang saluran pernafasan bawah (paru). Pasien yang mengalami infeksi ini akan mengalami demam tinggi, batuk dan sesak nafas. Pada paru terjadi radang paru akut (Pneumonia) dan mudah terjadi komplikasi pada ginjal sampai gagal ginjal. Angka kematian cukup tinggi, sampai saat ini hampir 25 % kasus meninggal.

Mengingat kasus yang ditemukan sudah terjadi pada jemaah umrah ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh para calon jemaah umrah dan petugas kesehatan yang kebetulan menangani infeksi yang terjadi pada pasien yang baru pulang umroh.


Untuk para jemaah umrah:
1. Bagi orang usia lanjut diatas 60 tahun dengan penyakit kronis dianjurkan tidak berangkat.
2. Bagi jemaah dengan penyakit paru obstruksi kronis (PPOK) juga dianjurkan untuk tidak berangkat.
3. Sebaiknya jemaah yang akan berangkat dalam keadaan sehat dan tidak sedang mengalami infeksi.
4. Selama berada di Arab Saudi terutama jika sedang berada kerumunan sebaiknya selalu menggunakan masker terutama masker N95. Masker ini untuk orang sehat dan bertujuan untuk mencegah terhirup virus dan partikel halus.
5. Selalu mencuci tangan pakai sabun baik sebelum dan sesudah makan dan selalu kontak dengan sesuatu yang juga disentuh oleh orang lain.
5. Tetap makan dan minum cukup.
6.Konsumsi buah dan sayuran.
7. Usahakan tetap tidur cukup minimal 6 jam dalam 24 jam selama berada di tanah suci.
8. Menghindari makanan dan minuman yang manis, gorengan dan minuman yang dingin.
9. Jika demam dan batuk saat di Arab Saudi atau setelah pulang umrah segera datang berobat ke RS.


Secara khusus bagi petugas kesehatan di Indonesia untuk mencurigai MERS pada masyarakat yang mengalami demam, batuk dan sesak sepulang dari umrah atau baru datang dari Arab Saudi misal sebagai tenaga kerja.


Waspada selalu dan tetap beribadah umrah dengan nyaman.

Salam sehat,

Dr.Ari F Syam
Mantan petugas kesehatan Haji Reguler dan ONH Plus.



Tuesday, 3 June 2014

Cara Entri Blog ke e-learning UNEJ

Tulisan ini sengaja saya tulis untuk mengulas bagaimana cara entri blog ke e-learning UJ, guna pengumpulan tagas Teknologi Informasi, langsung saja perhatikan langkahnya, ane kasih screenshot agar pembaca lebih jelas..


Langkah :
1. login e-lerning
2. Cari menu administration --> My Profile Set --> Blog --> register an external blog

3. Mencari alamat rss feed blog anda, login ke blog anda

4. Klik kanan di halaman web blog anda --> lihat informasi laman

5. Pilih RSS Feed dan copy alamat RSS anda.


6. Kembali ke e-learning, paste alamatnya, silahkan isi keterangan di bawahnya

7. Succes



8. Selamat mencoba

Terima kasih sudah berkunjung, jangan lupa komennya ya guys..hehehe
wassalam....







Indonesia Masuk 10 Besar Orang Gemuk Terbanyak

Lebih dari 40 juta orang dewasa di Indonesia kegemukan. Hal itu setara jumlah penduduk Jawa Barat, provinsi dengan jumlah penduduk terbesar, tetapi semuanya berisiko menderita berbagai penyakit degeneratif, mulai dari diabetes, serangan jantung, stroke, hingga kanker.

Seiring meningkatnya kesejahteraan rakyat dan bertambahnya jumlah penduduk usia produktif sebagai buah dari bonus demografi, jumlah orang dewasa gemuk dipastikan terus naik. Mereka terdiri dari orang yang baru kelebihan berat badan dibandingkan berat badan standar sesuai tinggi tubuh dan yang sudah masuk kategori obesitas.

”Modernisasi membuat asupan kalori masyarakat tak seimbang,” kata Direktur Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan Ekowati Rahajeng, Minggu (1/6), di Jakarta. Padahal, obesitas meningkatkan risiko penyakit diabetes, jantung, stroke, dan kanker.

Masyarakat Indonesia terbiasa mengonsumsi karbohidrat berlebih. Nasi tetap menjadi makanan utama, sedangkan mi, ubi, dan roti sebagai makanan selingan. Meski Indonesia bangsa agraris, konsumsi sayur dan buah amat rendah. Kondisi itu bersamaan dengan meningkatnya konsumsi makanan olahan dan siap saji tinggi lemak, garam, dan gula.
Masalah global

Kegemukan bukan hanya masalah Indonesia. Riset Institut Pengukuran dan Evaluasi Kesehatan (IHME) Amerika Serikat dalam jurnal The Lancet, Kamis (29/5), menyebutkan, jumlah orang gemuk di dunia naik dari 875 juta orang pada 1980 menjadi 2,1 miliar orang pada 2013.

Itu berarti hampir sepertiga penduduk bumi kegemukan. Di negara berkembang, jumlah perempuan gemuk lebih banyak dibandingkan laki-laki. ”Perempuan di negara berkembang dituntut mampu mengerjakan banyak hal, bekerja sambil mengurus keluarga. Itu membuat mereka tak punya banyak waktu mengelola berat badan,” kata pakar kesehatan global IHME, Prof Ali Mokdad, kepada BBC, Kamis lalu.

Di negara maju, justru lebih banyak laki-laki yang obesitas. Kurang aktivitas fisik menjadi pemicu. Permukiman yang melebar ke luar kota membuat waktu tempuh dari rumah ke tempat kerja lebih lama. Waktu luang digunakan untuk hobi yang tak butuh banyak aktivitas fisik. ”Modernisasi dan teknologi membuat aktivitas fisik turun,” kata Hermann Toplak, presiden terpilih Asosiasi Eropa untuk Studi Obesitas (EASO).

Dalam riset IHME, merujuk Riset Kesehatan Dasar 2007 dan 2010, Indonesia masuk 10 besar negara dengan orang gemuk terbanyak. Menurut Riskesdas 2013, prevalensi orang gemuk lebih besar. (MZW)

Sebentar Lagi, Bungkus Rokok Akan Diberi "Gambar Seram"

 


Mulai tanggal 24 Juni 2014, Peringatan Kesehatan Bergambar (PHW) akan ada di bungkus rokok. Sebelumnya PHW sudah diatur dalam Peraturan Pemerintah No 109 Tahun 2012 tentang Pengemasan Bahan yang Mengandung Zat Adiktif berupa Produk Tembakau.
"Itu (PHW) di bungkus rokok nanti (akan dipasang) di tanggal 24 Juni, bulan depan," ujar Direktur Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan RI Ekowati Rahajeng di sela-sela acara The 1st Indonesia Conference on Tobacco or Health 2014 pada Sabtu (31/5/2014) di Jakarta.

PHW yang akan ditampilkan antara lain gambar paru-paru yang rusak akibat rokok, gambar asap rokok berbentuk tengkorak, gambar kanker mulut dan tenggorokan, dan lain sebagainya. Peringatan dalam bentuk gambar ini dinilai lebih efektif untuk membuat orang enggan merokok ketimbang peringatan tertulis.
Setelah tanggal 24 Juni 2014, rokok yang beredar tanpa PHW di kemasannya bisa dinyatakan sebagai produk lama atau bahkan barang ilegal. Terkait hal ini, Ekowati juga mengimbau supaya masyarakat juga bisa menjadi pengawas terhadap aturan merokok.
Menurut dia, meskipun Indonesia merupakan negara hukum, dibutuhkan kontrol dari masyarakat sendiri untuk menegakkan hukum yang berlaku. Khusus untuk aturan merokok di Indonesia, maka masyarakatlah yang berperan dalam mengontrolnya.
Kontrol terhadap aturan merokok, lanjut dia, perlu melalui pembinaan. Salah satu cara dalam melakukan pembinaan yaitu dengan memberlakukan peringatan yang lebih jelas terhadap bahaya rokok itu sendiri.
"Masyarakat membutuhkan banyak pembinaan karena sebenarnya mereka berperan sebagai pengawas," tuturnya.
Ia mencontohkan, hingga saat ini masih banyak ditemukan anak-anak yang tidak mengerti bahaya rokok, tetapi terpapar dengan mainan yang menyerupai rokok. Dengan demikian, bagi mereka, citra rokok menjadi baik dan menyenangkan.
Jika di kemasan rokok sudah terdapat PHW maka diharapkan mereka jauh lebih sadar bahwa rokok merupakan benda yang berbahaya. "Kita harus berusaha membuat citra rokok buruk supaya orang malu untuk merokok," tutup Ekowati.
Prevalensi perokok pada anak usia antara 5-9 tahun dalam beberapa tahun terakhir ini mengalami kenaikan sebesar 400 persen. Begitu pula pada anak usia 10-14 tahun, yaitu sebesar 40 persen dan hampir 80 persen perokok mulai merokok sebelum mencapai usia 19 tahun.

Editor :
Lusia Kus Anna

Monday, 2 June 2014

Cara Membuat Artikel Terkait dengan Gambar / Thumbnail

Cara Membuat Artikel Terkait dengan Gambar / Thumbnail. Assalamualaikum wr.wb, sobat blogger pada postingan kali ini Kang Aluha berkesempatan untuk memberikan tutorial blogger blogspot mengenai cara membuat artikel terkait dengan gambar / thumbnail. Menurut pakar SEO dengan membuat artikel terkait dengan gambar atau tanpa gambar hanya berbentuk tulisan saja akan meningkatkan jumlah pengunjung atau dalam bahasa blogger disebut Pageviews. Artikel terkait ini umumnya diletakan di akhir pembahasan atau di bawah postingan, karena letaknya efektif dan mudah dilihat oleh pembaca / pengunjung.

Artikel terkait ini dilengkapi dengan gambar dengan ukuran sedang dan judul posting yang terletak tepat di bawah gambar. Survei juga membuktikan bahwa membuat artikel terkait / related post yang dilengkapi dengan gambar ini akan lebih banyak dilihat dan diklik oleh pengunjung / pembaca artikel, karena tampilannya yang keren dan membuat pengunjung penasaran dan terpukau, Lebay :D
  • Masuk / Login ke www.blogger.com 
  • Pada Dashboard pilih Template → Edit HTML
  • Letakan CSS & JavaScript berikut ini di bawah kode ]]></b:skin> 
  • Kode :
    <b:if cond='data:blog.pageType == "item"'>
    <style type="text/css">
    #related-posts{float:center; text-transform:none; height:100%; min-height:100%; padding-top:5px; padding-left:5px}
    #related-posts h2{font-size:1.6em; font-weight:bold; color:black; font-family:Georgia,Times New Roman,Times,serif; margin-bottom:0.75em; margin-top:0em; padding-top:0em}
    #related-posts a{color:black}
    #related-posts a:hover{color:black}
    #related-posts a:hover{background-color:#d4eaf2}
    </style>
    <script type='text/javascript'>
    var defaultnoimage="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhGfQ7zyEd6pnJpVezihtUPkcRtxRa8E-9NGcsF4zMyNSqBWQZWwUmO3VbjZll2l8JLM_QgZeuIgyT1F_CQJLVZAa3p6owDdeSy3CN_bb5CyV4OCN53zQp4f1fcivF8iDcZjtDm926OMqI/s400/noimage.png";
    var maxresults=5;
    var splittercolor="#d4eaf2";
    var relatedpoststitle="Related Posts";
    </script>
    <script src='http://giovanialuha.googlecode.com/files/artikel-terkait-bergambar.js' type='text/javascript'/>
    </b:if>
     
    Penerapan Kode HTML Artikel Terkait Bergambar 
    Tahap ini merupakan tahap akhir pada tutorial membuat artikel terkait 
    dengan gambar / thumbnail yang nantinya akan memunculkan artikel-artikel
     terkait dengan jumlah yang sudah ditentukan atau sesuai ketentuan 
    pengguna, caranya
    
    
    • Silahkan Anda cari kode <data:post.body/>
    • Kemudian letakan kode di bawah ini setelah kode <data:post.body/> 
    • Kode :
      <b:if cond='data:blog.pageType == &quot;item&quot;'>
      <div id='related-posts'>
      <b:loop values='data:post.labels' var='label'>
      <b:if cond='data:label.isLast != &quot;true&quot;'>
      </b:if>
      <script expr:src='&quot;/feeds/posts/default/-/&quot; + data:label.name + &quot;?alt=json-in-script&amp;callback=related_results_labels_thumbs&amp;max-results=6&quot;' type='text/javascript'/></b:loop>
      <script type='text/javascript'>
      removeRelatedDuplicates_thumbs();
      printRelatedLabels_thumbs(&quot;<data:post.url/>&quot;);
      </script>
      </div>
      <div style='clear:both'/>
      </b:if> 
       
       
      • (Save Template) 
       
    Keterangan Terkait Kode Artikel Terkait Bergambar
     
    1. Artikel terkait dengan gambar ini bekerja secara otomatis jadi Anda 
    tidak perlu merubah atau menambahkan alamat feeds yang sudah ada.
    
    2. Artikel terkait dengan gambar ini bekerja pada halaman postingan dan kode di atas tidak berlaku di halaman utama / Home Page.
     
    3. Untuk merubah tampilan artikel terkait dengan gambar, Anda bisa 
    merubah CSS sesuai keinginan jika Anda paham untuk mengeditnya,
     
    4. var maxresults=5; Jumlah artikel terkait yang muncul pada setiap artikel / postingan.
     
    5. var relatedpoststitle="Related Posts"; Judul artikel terkait dan muncul di bawah postingan.
    
    
    6. Jika kode <data:post.body/> ada banyak, silahkan letakkan di kode <data:post.body/> yang paling terakhir
    
    
    Demikianlah tutorial blogger mengenai cara membuat artikel terkait dengan gambar / thumbnail. 
    
    
    Terima kasih. 
    

Kini Wanita Tak Malu Lagi Merokok

KOMPAS.com -- Jika dulu citra rokok erat dengan kaum adam, tetapi kini semakin banyak pula wanita yang juga menjadi perokok aktif. Terbukti dari peningkatan prevalensi merokok antara 2007 dan 2013 di kalangan wanita dari 5,2 persen menjadi 6,9 persen.
Meskipun perokok pria masih jauh lebih banyak daripada wanita, tetapi peningkatan jumlah perokok wanita juga perlu mendapatkan perhatian. Pasalnya, peningkatan jumlah perokok wanita juga berkontribusi dalam total jumlah perokok secara keseluruhan.
Direktur Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan RI Ekowati Rahajeng mengatakan, dulu wanita masih malu-malu untuk merokok. Namun, saat ini semakin mudah ditemui wanita yang merokok.
"Ini mungkin disebabkan oleh modernisasi, terkait norma merokok tidak baik itu belum ada sehingga mereka tidak malu untuk merokok," kata dia di sela-sela The 1st Indonesian Conference on Tobacco or Health (ICTOH) yang pertama pada Sabtu (31/5/2014) di Jakarta.
Menurut dia, rokok harus dicitrakan sebagai barang yang buruk sehingga orang pun malu untuk merokok. Ia mengatakan, orang harus semakin menyadari bahwa merokok merupakan barang yang bisa mengakibatkan penyakit.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Komisi Nasional Pengendalian Tembakau Priyo Sidipratomo menegaskan, di zaman post modern, citra rokok sebenarnya sudah buruk. Terbukti, di negara-negera maju, rokok sudah mulai ditinggalkan.
"Itulah kenapa kita harus bekerja keras untuk membuat citra demikian di Indonesia," kata Priyo.
Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) menunjukkan, prevalensi perokok di Indonesia meningkat dari 34,2 persen pada tahun 2007 menjadi 36,3 persen pada tahun 2013.