BEM FKM UJ 2012-2013

my litle family.

Public Health

Prevent, Promote, Protect.

PBL 2013

Pengalaman Belajar Lapangan Kelompok 2 di desa Mojosari, Kecamatan Puger, Jember.

Studi Banding 2013

Studi banding ke UGM bersama UKKI ASH SHIHAH.

UPGRADE Skill

Forum Membahas Izin Operasional Rumah Sakit, Dinas Kesehatan Jember.

Sunday, 22 June 2014

Ketahui Apa yang Tersembunyi dalam Es Batu


Es batu mungkin sudah menjadi "teman" wajib minuman Anda, terlebih di cuaca panas seperti sekarang. Tetapi pastikan es batu yang dikonsumsi berasal dari sumber air yang bersih. Es batu ternyata bisa menyimpan bakteri.

Es batu sebenarnya baru mulai populer pada awal tahun 1800 ketika Frederic Tudor, kini disebut sebagai raja es, memulai perusahaan es batu.

Menurut Dr.Pritish Tosh, dokter ahli penyakit menular dan Martin Bucknavage, ahli keamanan pangan dari Department of Food Science di Pennsylvania State University, ada 3 hal yang kerap kali terdapat dalam es batu.

1. Bakteri
Amerika Serikat memiliki peraturan yang disebut Safe Drinking Water Act sejak tahun 1974 yang menjamin level bakteri patogen dalam air minum tetap terkontrol. Meski sebenarnya warga di negara tersebut tidak terlalu khawatir dengan standar air minumnya, tetapi tetap saja bakteri bisa ditemukan dalam es batu.

Salah satu sumber bakteri yang sudah diketahui adalah mesin pembeku es yang tidak bersih. Es batu yang berada di restoran juga lebih gampang terkontaminasi bakteri, misalnya saja dari sentuhan tangan yang tidak bersih setelah mengolah daging.

2. Kapang
Kapang bisa ditemukan di mana saja, mulai dari mesin es hingga kulkas rumahan. Udara yang dingin dari freezer memang bisa membuat kapang sulit berkembang, tetapi jika mesin pembuat es sering dimatikan dalam jangka waktu tertentu, kapang bisa berkembang.

"Jika freezer atau mesin es Anda dimatikan untuk beberapa waktu, maka sebelum digunakan sebaiknya dibersihkan dulu," saran Bucknavage.

3. Apa yang ada di tangan
Jika Anda menyentuh es batu tanpa mencuci tangan sebelumnya, maka apa yang ada di tangan Anda bisa berpindah ke es batu. Bukan hanya saat akan menyiapkan minuman, saat mengambil es batu dari kulkas pun Anda wajib memastikan tangan sudah dicuci.

Pada tahun 2007, Chicago Sun Times menemukan 20 persen dari 49 restoran dan bar hotel di Chicago memiliki es yang terkontaminasi jenis bakteri yang ada dalam feses.

Jenis bakteri yang bisa terdapat dalam es batu sebagian besar memang tidak berbahaya dan bisa dilawan oleh sistem imun tubuh. Tetapi tak sedikit orang, terutama anak-anak, yang menderita diare akibat tertular penyakit dari kuman dalam es batu.

Oleh karenanya, pastikan es batu yang dikonsumsi aman. Jika tidak yakin, pilihlah minuman dingin yang diambil dari kulkas sehingga Anda bisa mendapatkan minuman yang segar walau tidak menggunakan es batu.

Friday, 20 June 2014

Gambar Seram di Bungkus Rokok: Dicuekin Perokok, Penyelamat Calon Perokok


Jakarta, Mulai 24 Juni 2014, pemerintah menerapkan peringatan bahaya rokok dalam bentuk grafis di setiap kemasan rokok. Namun seberapa efektifkah peraturan ini untuk menghentikan kebiasaan merokok masyarakat di Indonesia?

"Memang ini sekadar versi gambar, tapi versi gambar ini lebih baik daripada peringatan tulisan. Lagipula dengan gambar ini kan lebih sederhana dan peringatan ini juga dapat menjangkau semua pihak dan kalangan," ujar Dr Imam B. Prasodjo, M.A, sosiolog Universitas Indonesia saat berbincang dengan detikHealth, seperti ditulis Jumat (20/6/2014).

Peraturan mengenai peringatan bahaya merokok pada kemasan rokok sebetulnya sudah dibuat sejak 2012. Namun pelaksanaannya masih sangat kurang. Pengamatan detikHealth, baru dua merek rokok yang menerapkan hal ini di Indonesia.

Dengan adanya gambar-gambar seram, diharapkan efektivitas peringatan bahaya merokok menjadi meningkat. Gambar peringatan bahaya merokok di depan bungkusnya juga merupakan bagian dari edukasi paling sederhana untuk semua kalangan di Indonesia, mengingat banyak sekali masyarakat Indonesia yang kurang peduli dengan peringatan yang telah tertulis di kemasan rokok.

Peringatan yang akan dicetuskan pada 24 Juni mendatang ini memang tidak akan serta-merta membuat seseorang berhenti merokok, melainkan perlahan-lahan menimbulkan keseganan saat orang membawa rokok. Sekaligus juga mengingatkan secara perlahan bahwa merokok dapat menyebabkan berbagai rentetan penyakit.

"Memberhentikan orang yang sudah adiktif terhadap rokok memang tidak mungkin, tapi mencegah orang-orang yang belum adiktif atau generasi mendatang untuk merokok masih sangat mungkin untuk dilakukan," jelas Imam.

"Tujuan utama yang paling pasti ialah memberikan pandangan untuk tidak menjadikan rokok, yang sebenarnya berbahaya sebagai gaya hidup yang dianggap keren," lanjut Imam.

Tuesday, 17 June 2014

Mengapa Ada Orang yang Tak Bisa Berhenti Merokok?


Banyak cara untuk berhenti merokok. Ada orang yang setelah diminta kekasihnya untuk meninggalkan kebiasaan buruknya langsung bisa berhenti. Ada yang setelah membaca artikel bahaya rokok lalu bertahap mengurangi rokoknya dan sukses. Tapi ada banyak orang yang tak bisa berhenti.

Para ilmuwan kini semakin memahami mengapa ada sebagian orang yang tidak bisa berhenti merokok. Hal itu ternyata tak bukan karena kurangnya niat, tapi berkaitan dengan aktivitas di otak.
Kesimpulan itu didapat setelah para peneliti mengamati aktivitas otak pada perokok yang dilarang merokok menggunakan pemindaian MRI.

Ada 44 perokok yang dipindai otaknya. Mereka berusia 18-45 tahun dan merokok rata-rata 10 batang setiap hari dalam 12 bulan terakhir. Para partisipan ini diminta untuk puasa rokok selama 12 jam sebelum pemindaian.

Para peneliti memindai otak mereka untuk melihat responnya pada tawaran uang jika mereka mau berhenti merokok.

Mereka menemukan bahwa yang memperlihatkan respon paling lemah pada bagian otak yang mengatur ganjaran adalah yang paling tidak mau berhenti merokok, bahkan jika ditawarkan hadiah uang. Rasa kenikmatan yang dihasilkan dari nikotin ternyata lebih kuat dibanding tawaran uang.

Nikotin memang bisa menjerat pemakainya. Kecanduan nikotin juga lebih sulit dihilangkan dibandingkan dengan heroin atau kokain. Begitu Anda menghirup rokok, dalam waktu 10 detik nikotin sudah memasuki otak. Di otak nikotin akan meningkatkan produksi neurotransmiter dopamin, yaitu zat yang mengatur gerakan, motivasi, emosi, serta kenikmatan.

Sayangnya, efek nikotin cepat menghilang secepat ia menyerang. Ini berarti Anda harus terus mengisap lebih banyak untuk mendapatkan rasa nikmatnya. Nikotin juga mudah menimbulkan rasa ketergantungan yang kuat

Sunday, 15 June 2014

"WAGs", Rahasia Belanda Hancurkan Spanyol


Pelatih tim nasional Belandai, Louis van Gaal, memberikan izin kepada istri, keluarga, dan pacar (media-media Eropa sering menyebutnya dengan WAGs) para pemain De Oranje untuk mengunjungi hotel tempat tim menginap sebanyak dua kali, sebelum dan setelah laga melawan Spanyol. Menurut Van Gaal, hal tersebut membantu faktor psikologis para pemainnya.

Untuk perhelatan besar seperti Piala Dunia, kebanyakan pelatih melarang para pemain bertemu istri, keluarga, dan pacar selama kejuaraan berlangsung. Bagi beberapa pelatih, hal tersebut bisa membuat fokus pemain terpecah.

Akan tetapi, Van Gaal menjadi pelatih pertama yang buka suara mengenai pentingnya peran istri, keluarga, dan pacar untuk para pemainnya.

"Prinsip saya adalah gambaran keseluruhan, seluruh orang, dan pemain. Otak dan jiwa ikut berperan. Dan, jiwa dipengaruhi oleh lingkungannya," jelas Van Gaal seperti yang dilansir Mirror.

"Jadi, pada Kamis dan pagi ini, saya memberi izin untuk para istri mengunjungi hotel. Jadi, para pemain bisa bahagia. Tetapi, bukan berarti ini adalah alasan untuk kemenangan kami," lanjutnya. "Saya mengatakan kepada para pemain akan memastikan akan ada waktu di mana istri dan keluarga akan mengunjungi mereka."

Entah berpengaruh atau tidak, yang jelas Belanda tampil ganas saat berhadapan dengan Spanyol di Salvador, Jumat (13/6/2014) waktu setempat. Secara mengejutkan, Belanda menang telak 5-1 atas sang juara bertahan.

"Kami memiliki para pemain yang dapat memastikan tidak terlena dalam euforia. Kami bermain dengan luar biasa dan kompak. Kami memiliki lini depan yang sempurna. Kami masih bisa lebih baik. Itu tidak diragukan lagi," kata Van Gaal.

"Anda melihatnya dalam 20 menit terakhir pertandingan saat kami memainkan bola penuh percaya diri. Lalu, Anda melihat bagaimana para pemain tampil baik. Hasil itu memberikan kami kepercayaan diri dan saya berharap kami bisa lebih baik lagi," tandasnya.

Darah Mengental Juga Dipicu Kebiasaan "Ngorok"

Kebiasaan mendengkur umumnya merupakan gejala dari kondisi yang lebih parah seperti obstructive sleep apnea (OSA). Diketahui sebelumnya, OSA dapat memicu penurunan fungsi organ yang berujung pada berbagai penyakit. Bahkan keadaan darah yang mudah mengental juga dapat dipicu oleh OSA.

Spesialis THT dari RS Premier Bintaro Ari Cahyono mengatakan, OSA memang dapat berdampak pada hematologi, salah satunya membuat darah lebih mudah mengental. Hal ini dikarenakan pasokan oksigen yang menurun saat napas berhenti di waktu tidur yang terjadi berulang kali.

"Ketika tidur mendengkur, tubuh mengalami hipoksia atau gejala kekurangan oksigen dalam tubuh. Keadaan tersebut juga membuat peningkatan karbondioksida dalam darah," ujarnya saat ditemui dalam diskusi bertajuk "Bahaya Mendengkur dan Penanganannya" pekan lalu di Jakarta.
 Peningkatan kadar karbondioksida, lanjutnya, akan membuat darah mengalami stres oksidatif. Inilah yang membuat darah lebih mudah mengental.

Ari menjelaskan, darah yang mudah mengental akan berisiko menyumbat pembuluh darah. Jika terjadi di pembuluh darah jantung, kondisi tersebut dapat menyebabkan serangan jantung. Sedangkan apabila terjadi di pembuluh darah lainnya, maka akan menyebabkan gagal organ.

"Hipoksia berulang juga secara khusus membuat jantung bekerja lebih berat sehingga lebih berisiko terjadi gangguan ritme detak jantung," paparnya.
Selain itu, keadaan karbondioksida yang tinggi dalam darah juga membuat pembuluh darah rentan rusak. Hal itu pun menjadi faktor risiko dari penyakit jantung.

Pakar kesehatan tidur dari Sleep Clinic RS Premier Bintaro, Lanny S. Tanudjaja mengatakan, semua organ membutuhkan oksigen untuk dapat bekerja dengan baik. Jika dalam waktu lama tidak mendapatkan oksigen yang memadai, kerja organ semakin berat. Dan jika terjadi secara berulang-ulang, fungsi organ pun mengalami penurunan.
"Semua organ bisa mendapatkan dampaknya, dari mulai jantung, otak, ginjal, liver, dan organ-organ lainnya," kata dia.